Surabaya (beritajatim.com) – Berhubungan seks saat sang wanita sedang menjalani masa menstruasi merupakan hal yang tabu di Indonesia, dan tentu saja menuai banyak kontroversi. Hal tersebut dianggap jorok lantaran bisa membawa penyakit bagi kedua pasangan. Selain itu, akan menimbulkan perasaan yang tidak nyaman baik pada sang wanita maupun laki-laki.
Berhubungan intim saat menstruasi memang menimbulkan risiko yang beragam, namun ternyata secara medis, ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan. Asalkan aktivitas tersebut dilakukan dengan benar.
Di bawah ini, merupakan hal-hal yang akan terjadi ketika melakukan seks saat menstruasi. Baik manfaat maupun risikonya.
1. Meredakan kram
Beberapa perempuan pasti pernah mengalami banyak keluhan saat menstruasi, terutama rasa nyeri dan kram. Bahkan ada yang hampir pingsan lantaran rasa sakit tak tertahankan. Saat melakukan seks, dipercaya rasa kram dan berbagai keluhan lainnya dapat berkurang.
Ini karena berhubungan seks membuat tubuh melepaskan hormon endorfin, terutama saat mencapai orgasme. Hormon endorfin merupakan hormon yang bisa memicu munculnya perasaan senang dan mengurangi rasa nyeri.
2. Mempersingkat masa haid
Seks juga bisa membuat haid lebih cepat selesai. Hal ini karena seks saat haid dapat merangsang pelepasan jaringan dinding rahim dan kontraksi otot dinding rahim, sehingga darah haid dan sel telur yang tidak dibuahi lebih cepat keluar.
3. Infeksi penyakit menular seksual
Meski bermanfaat, seks saat menstruasi juga memiliki berbagai risiko. Salah satunya adalah terjadinya infeksi penyakit seksual. Terlebih jika hubungan seks dilakukan tanpa kondom.
Ketika berhubungan intim saat menstruasi, penis akan bersentuhan langsung dengan darah haid yang keluar. Hal ini bisa menyebabkan kuman dan virus yang terdapat pada darah menular ke pasangan.
4. Infeksi jamur vagina
Vagina memiliki kadar keasaman atau pH normal berkisar antara 3,8–4,5. Namun, selama menstruasi, kadar pH tersebut akan meningkat dan hal ini bisa memicu perkembangan jamur di area vagina dan menyebabkan infeksi jamur vagina.
5. Terjadinya kehamilan
Kalian mungkin berpikir bahwa melakukan seks saat menstruasi tidak akan menyebabkan kehamilan. Padahal, yang benar justru sebaliknya.
Berhubungan seks saat menstruasi, terutama jika tanpa kondom, ternyata memiliki peluang untuk menciptakan kehamilan. Namun, peluang ini memang lebih kecil bila dibandingkan dengan hubungan seks yang dilakukan saat masa subur. Tetapi bukan berarti tidak mungkin ya!
6. Risiko Sudden Death (mati mendadak)
Siapa sangka bahwa berhubungan badan ketika masa haid bisa menyebabkan kematian? Melakukan seks ketika menstruasi juga dapat memicu terjadinya gelembung udara yang masuk ke dalam pembuluh darah terbuka, akibat dari gerakan penis.
Menurut pakar kesehatan, emboli atau gelembung udara yang masuk pembuluh darah saat menstruasi, berisiko tersumbat dan berujung pada kematian mendadak atau sudden death. [mnd/tur]






