Magetan (beritajatim.com) – Harga minyak goreng di Magetan, Jawa Timur mencapai Rp 20 ribu per liter, Sabtu (8/1/2022). Oleh sebab itu, pedagang gorengan terpaksa mengecilkan ukuran produksi mereka.
Padagang gorengan tak ingin menaikkan harga agar tidak kehilangan pembeli. Di samping itu, mereka berharap harga minyak goreng kembali ke harga normal yakni Rp 14 ribu hingga Rp 16 ribu per liter untuk minyak goreng kemasan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”minyak-goreng”]
Kenaikan harga minyak goreng sudah terjadi sejak beberapa pekan terakhir. Kenaikan dipicu turunnya produksi minyak kelapa sawit mentah di beberapa negara. Alhasil, stok di pasaran mulai menipis. Harga mulai melonjak dan membuat pedagang gorengan di Magetan merasa keberatan. Ukuran gorengan terpaksa diperkecil.
Didik Pratomo, salah satu pedagang gorengan di wilayah Kecamatan Magetan mengungkapkan, dirinya terpaksa melakukan siasat itu agar tak ditinggalkan oleh para pembelinya. Dia menyebut kalau harga dinaikkan, pasti banyak pembeli yang menolak.
“Keuntungan saya berkurang 30 persen, sehari habis enam liter. Saya pakai minyak goreng kemasan karena kualitas lebih bagus dan lebih aman ketimbang minyak goreng curah,” kata Didik, Sabtu (8/1/2022)
Terpisah, Djunaidi Tulus Supono salah satu penjual minyak goreng di Magetan mengungkapkan bahwa saat ini dirinya menjual minyak goreng kemasan dan curah dengan harga yang hampir sama. Untuk minyak goreng kemasan Rp 20 ribu per liter.
Sementara untuk minyak goreng curah Rp 19 ribu. “Penyebabnya adalah krisis energi luar negeri. Banyak yang beralih ke minyak curah karena minyak goreng kemasan terlalu mahal. Meski begitu, kami harap keduanya kembali ke harga normal,” kata Djunaidi. [fiq/suf]







