Surabaya (beritajatim.com) – Emosi pada dasarnya merupakan suatu hal yang kompleks. Dalam budaya masyarakat Indonesia, emosi dipercaya hadir karena adanya kejadian tertentu. Mulai dari perasaan sedih sebab ditinggalkan oleh orang terdekat, kecewa telah dikhianati, hingga marah karena tersakiti. Namun, nyatanya tidak semuanya demikian.
Ada beberapa hal yang membuat seseorang justru menangis atau sedih tanpa sebab yang jelas. Hal ini bisa terjadi ketika seseorang sedang asik membaca buku atau menonton film, tiba-tiba saja menangis. Bahkan bisa saja ketika sedang berkumpul bersama teman-teman, mendadak perasaan jadi sedih. Itu semua bisa disebabkan karena beberapa hal berikut ini;
Kejadian yang memiliki makna berbeda
Emosi tidak hanya berkaitan dengan kejadian tertentu, namun juga nilai serta hal yang seseorang percayai. Ini bisa diartikan sebagai sesuatu yang mungkin dianggap orang lain membahagiakan, belum tentu juga dirasakan oleh seseorang.
Seperti halnya ketika seseorang memiliki sejumlah uang, meski begitu hatinya tidak bahagia karena ia hanya terbaring sakit sepanjang waktu. Dapat disimpulkan bahwa mengalami kejadian yang sama, bisa saja memberikan makna yang berbeda bagi seseorang.
Gangguan jiwa
Alasan lain seseorang kerap menangis sendiri bisa jadi karena adanya gangguan kejiwaan, cemas, hingga depresi. Jika jiwa sudah mulai terganggu maka bisa saja membuat perasaan seseorang menjadi lebih intens dan tiba-tiba menangis meski tanpa trigger. Hal ini tentu butuh penanganan yang profesional.
Hormonal
Fenomena fisik ini bisa berupa hormonal hingga adanya penyakit auto imun. Seperti halnya ketika seseorang sedang dalam kondisi haid, mood-nya yang tidak menentu tak ayal membuat seseorang secara sadar atau tidak kerap merasakan perasaan sedih atau tiba-tiba menangis.
Kurang terlatih mengenal perasaan
Hal ini mungkin yang kerap terjadi pada seseorang, yakni kurang terlatih dalam mengenali perasaan sendiri. Dalam beberapa contoh kasus, seseorang membiarkan perasaan sedih, kecewa, marah, atau bahkan depresi di masa lalunya. Hingga akhirnya emosi tersebut masih terbawa dan tanpa sadar membuatnya menangis atau sedih di waktu yang mungkin tidak semestinya. [fyi/esd]






