Pamekasan (beritajatim.com) – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, yang merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri di Madura, mulai mempersiapkan diri untuk kembali bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Madura.
Padahal status institut bagi Perguruan Tinggi yang beralamat di Jl Raya Panglegur KM4 Tlanakan, terbilang singkat, yakni perubahan dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan menjadi IAIN Madura, baru terealisasi pada 5 April 2018 lalu.
Namun sekalipun singkat, langkah dan upaya pemegang kebijakan tidak surut untuk mewujudkan Perguruan Tinggi berkualitas dan berdaya saing. Bahkan saat ini, pihaknya juga sudah menyiapkan proposal peralihan status dari IAIN Madura menuju UIN Madura.
“Kami mohon doa dan dukungan dari semua pihak, saat ini kami sedang menyiapkan proposal peralihan status menuju UIN Madura. Semoga IAIN Madura segera beralih menjadi UIN Madura,” kata Rektor IAIN Madura, Mohammad Kosim, Rabu (22/12/2021).
[berita-terkait number=”4″ tag=”iain-madura”]
Selain itu, pihaknya juga tengah berupaya menyiapkan lahan seluas 10 hektar sebagai salah satu persyaratan untuk menjadi universitas. “Saat ini IAIN Madura masih mempunyai sekitar 5 hektar lahan dan juga sudah menyiapkan naskah kelembagaan dan alih status untuk diajukan ke pemerintah pusat,” ungkapnya.
“Alasan lainnya kenapa kami sangat berupaya mewujudkan UIN Madura, sebab memang sudah sepantasnya IAIN Madura ini bertransformasi menjadi UIN Madura. Alasannya karena secara geografis, Pamekasan terletak tepat di tengah-tengah pulau Madura,” tegasnya.
Pada awalnya, IAIN Madura merupakan cabang dari IAIN Sunan Ampel Surabaya yang berpusat di Jl Brawijaya, Kelurahan Juncancang, Kecamatan Pamekasan, dengan hanya mengelola Fakultas Tarbiyah Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI), yakni melalui program sarjana muda.
Namun 22 tahun berselang tepatnya sejak 1988, Perguruan Tinggi yang kala itu masih menginduk ke IAIN Sunan Ampel Surabaya, di Jl Jenderal A Yani, akhirnya beralih dari program Sarjana Muda menjadi Program Sarjana atau Strata 1 alias S1.
[berita-terkait number=”4″ tag=”iain-madura”]
Memasuki 21 Maret 1997, secara resmi IAIN Sunan Ampel Surabaya Cabang Pamekasan bertransformasi menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan. Sekaligus mengelola dua fakultas berbeda, yakni Fakultas Tarbiyah, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.
Sejak berganti nama menjadi STAIN Pamekasan, proses pembelajaran dilakukan di eks kampus lama, di Jl Brawijaya, Juncancang, Pamekasan. Hal itu itu berlangsung cukup lama. sekitar 20 hingga 21 tahun dan akhirnya pindah ke Jl Raya Panglegur KM 4 Tlanakan).
Terhitung sejak 5 April 2018, STAIN Pamekasan akhirnya kembali bertransformasi menjadi IAIN Madura dengan mengelola enam fakuktas berbeda. Masing-masing Fakuktas Tarbiyah, Fakultas Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fakultas Ushuluddin, Fakultas Dakwah, serta Pascasarjana. [pin/but]






