Ponorogo (beritajatim.com) – Santri-satri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) tidak henti-hentinya melakukan eksplorasi diri. Tidak melulu belajar agama, di pondok mereka juga mengembangkan bakat dan minat dari seorang santri.
Belum lama ini, santri Pondok Gontor merilis sebuah film pendek. Melalui kanal youtube Gontor TV, mereka merilis film berjudul Inthiq. Usai dirilis, film tersebut banjir respon positif dari masyarakat dan khususnya orangtua santri Gontor yang sudah melihat.
Film ini mengisahkan santri Gontor bernama Ihya yang mempelajari bahasa Arab. Ihya mulanya merasa tidak nyaman dengan berbagai disiplin bahasa yang diterapkan di pondok. Fadhil, temannya, berusaha menemani Ihya dalam menghadapi konflik batinnya dan menemukan semangatnya untuk berdisiplin bahasa.
“Film yang memakan waktu produksi selama enam bulan ini merupakan hasil kerja tim seluruh kru dan pemain yang berjumlah lebih dari 100 orang,” ungkap Mu’adz Ali Murtadho, co-producer film yang dirilis bertepatan dengan Hari Bahasa Arab Dunia ini.
Ilmi Hatta, penulis naskah, penerjemah dan sekaligus sutradara film ini mengungkapkan bahwa tujuan dari produksi film ini adalah memotivasi para santri untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam berbahasa asing.
“Dalam produksi film ini, kami pun belajar banyak terkait bahasa Arab. Karena dalam proses penulisan naskah dan produksi dibimbing dengan sangat intensif oleh Ustaz Muhammad Nur yang merupakan lulusan Mesir,” ungkap Ilmi Hatta, Guru KMI Gontor yang sekaligus mahasiswa Prodi Akidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin, Universitas Darussalam Gontor ini.
Sementara itu, Ustaz Riza Ashari yang merupakan salah satu produser film ini menyebut bahwa, apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan adalah pendidikan. Demikian salah satu filsafat pendidikan di Gontor. Film ini salah satu bentuk pendidikan Gontor yang komprehensif. Bukan hanya yang menyaksikan film, tapi semua yang terlibat didalam proses produksi juga terdidik. Ustaz Riza Ashari kemudian melanjutkan bahwa dalam berbagai kesempatan, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal, selalu menyebutkan pentingnya pendidikan.
“Tidak ada sedetik pun di pondok ini, kecuali untuk pendidikan, tidak ada sepeser uang pun di pondok ini, kecuali untuk pendidikan, tidak ada seorang pun di pondok ini, kecuali untuk pendidikan,” ucap ustaz Riza menirukan apa yang selalu ditegaskan oleh Pimpinan PMDG, KH Hasan Abdullah Sahal.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ponodok-gontor-ponorogo”]
Selain menunjukkan betapa seriusnya mendidik santri berbahasa Arab, film ini juga menunjukkan Gontor memiliki perhatian dalam bahasa Indonesia dan juga bahasa Inggris. Hal ini tampak dengan adanya salah satu adegan dimana pemeran utama berdiri di depan sebuah spanduk yang menunjukkan kutipan Pimpinan Pondok dalam bahasa Indonesia. Pada bagian akhir, tampak bahwa bahasa resmi yang digunakan telah berubah dari Arab menjadi Inggris.
Ustaz Riza menyampaikan bahwa Gontor TV berkomitmen untuk terus menghadirkan tayangan edukatif yang menginspirasi orang banyak dari Indonesia dan negara lainnya. Dengan karakter mulia, generasi muda akan semakin bijak dan menggerakkan masyarakat menghadirkan manfaat membangun peradaban yang bermartabat.
“Sehingga kita dapat menyentuh generasi muda kita, dengan nilai-nilai luhur yang membentuk karakter mulia, seperti junjungan kita Rasulullah SAW,” pungkasnya. (end/ted)






