Banyuwangi (beritajatim.com) – Banyuwangi jauh-jauh hari melakukan antisipasi lonjakan kasus Covid-19 pasca libur natal dan tahun baru (Nataru). Salah satunya datang dari kesiapan RSUD Blambangan Banyuwangi.
Diprediksi, pada libur Nataru kali ini banyak wisawatan yang datang ke Bumi Blambangan. Terlebih, pemerintah pusat membatalkan pemberlakuan PPKM Level 3.
[berita-terkait number=”4″ tag=”covid-19-banyuwangi”]
“Kita tentu tidak berharap adanya gelombang ketiga. Namun, kita tetap harus waspada karena akan banyak wisatawan yang menghabiskan malam tahun baru di Banyuwangi,” ungkap Direktur RSUD Blambangan, dr. Widji Lestaiono, Senin (20/12/2021).
Meski demikian, dari satu sisi menjadi peluang untuk mendongkrak sektor pariwisata yang selama ini terpuruk. Namun, di sisi lain ini juga bisa menjadi pemicu lonjakan kasus Covid-19 di Banyuwangi.
“Sebagai salah satu Rumah Sakit rujukan pasien Covid-19, RSUD Blambangan bersiap dengan menyiapkan bed intensive care unit (ICU) untuk pasien corona. Ini untuk menyikapi kemungkinan lonjakan kasus covid-19 selama Nataru,” jelasnya. [rin/suf]






