Ponorogo (beritajatim.com) – Bocah tewas tenggelam kembali terjadi di Ponorogo. Tepatnya di sungai Dusun Jatisari Desa Prajekan Kecamatan Sukorejo. Korbannya masih berusia 11 tahun dengan inisial MYR.
“Tadi siang memang ada kecelakaan (laka) air di Desa Prajekan Kecamatan Sukorejo. Korbannya masih berusia 11 tahun,” kata Kapolsek Sukorejo, Iptu Sukron Makarom, Minggu (19/12/2021) sore.
Kronologis laka air ini berawal saat korban dan keempat temannya bersepeda. Mereka melakukan rutin bersepeda saat hari libur. Kebetulan rute bersepedanya dari Desa Danyang menuju ke Desa Prajegan. Nah, sampai di sungai di Dusun Jatisari Desa Prajekan mereka berlima berniat untuk mandi di sungai.
“Dari keterangan teman korban yang selamat, mereka memang berniat akan mandi di sungai,” ungkap Sukron.
Saat awal mereka mandi tidak apa-apa, karena berlima mandi di sungai yang tidak terlalu dalam. Korban tiba-tiba ingin meloncat dari atas sungai. Celakanya, sungai yang akan diloncati korban itu ternyata dalam, istilah orang jawa menyebutnya kedung.
“Kedalaman kedung sekitar 2 meter, korban meloncat. Namun akhirnya tangan korban melambai-lambai isyarat minta tolong,” katanya.
Keempat temannya tidak berani menolong. Akhirnya mereka meminta bantuan orang yang sedang memancing yang berjarak 100 meter dari lokasi kejadian. Setelah dicari ternyata benar, korban tenggelam didasar sungai.
“Saat dievakuasi, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” kata Sukron.
[berita-terkait number=”4″ tag=”tenggelam-ponorogo”]
Usai dievakuasi dari sungai, korban diperiksa oleh petugas kepolisian dan tim medis. Hasilnya tidak ada bekas penganiayaan di tubuh korban. Kuat dugaan korban kurang bisa berenang sehingga menyebabkan tenggelam.
“Korban mungkin belum cakap berenang, sehingga saat loncat ke sungai yang dalam malah tenggelam,” pungkasnya.
Untuk diketahui, bulan lalu tepatnya pada tanggal 28 November lalu, terjadi bocah tenggelam di sungai Dusun Banyon Desa Nglewan Kecamatan Sambit Ponorogo. Korban berinisial AAF, yang masih berumur 7 tahun, harus meregang nyawa tenggelam di sungai desa setempat.
“Kejadian bocah tenggelam ini terjadi pada Minggu (28/11) tadi pagi. Korban berinisial AFF,” kata Kapolsek Sambit AKP Sutriatno.
Kronologis tenggelamnya bocah 7 tahun itu berawal saat korban dan ketujuh temannya bersepeda dengan rute menelusuri di pinggiran sungai. Semuanya menggunakan sepeda sendiri-sendiri, dengan korban berada di urutan ke tiga. Nah, saat dekat di tempat kejadian perkara (TKP), mereka berniat untuk berhenti. Namun, pada saat akan turun, korban mengalami kesulitan. Kesulitan itu disebabkan sepeda yang dikendarai korban terlalu besar. Sehingga menyebabkan korban tercebur di sungai.
“Korban saat mau turun dari sepeda itu kesulitan. Karena sepedanya terlalu besar, hingga akhirnya korban tercebur sungai itu,” ungkap Sutriatno. (end/ted)






