Ponorogo (beritajatim.com) – Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jawa Timur (Jatim) kembali melakukan vaksinasi di Ponorogo. Bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo lewat Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan percepatan vaksinasi untuk lanjut usia (lansia) dan masyarakat umum. Sedikitnya ada 1.500 vaksin dosis kedua diberikan BIN Jatim untuk masyarakat bumi reyog.
“Binda Jatim bersinergi dengan Pemda, Pemprov serta TNI Polri untuk percepatan vaksinasi khususnya di Ponorogo,” kata Kepala BIN Daerah Jatim Marsma TNI Rudy Iskandar, Jumat (17/12/2021).
Sebanyak 1.500 vaksin untuk dosis kedua jenisnya AstraZeneca. Rudy getol melakukan vaksinasi di daerah-daerah di Jatim untuk mempercepat pembentukan kekebalan komunal (herd immunity). Dengan begitu, pandemi ini tidak membelenggu masyarakat.
[berita-terkait number=”5″ tag=”vaksinasi”]
“Tujuan vaksinasi agar di akhir bulan ini Kabupaten Ponorogo bisa mencapai 70 persen. Dengan progres vaksinasi lansia mencapai 60 persem.Sehingga Ponorogo bisa melaksanakan vaksinasi anak usia 6-11 tahun,” katanya.
Sementara itu Sekretaris Dinas (Sekdin) Dinkes Ponorogo Nina Yushariadi mengungkapkan bahwa capaian vaksinasi lansia untuk Ponorogo sebesar 40,59 persen. Sementara untuk masyarakat umum masih mencapai 62,16 persen. Supaya anak-anak usia 6-11 tahun bisa divaksin jika capaian vaksinasi lansia 60 persen dengan masyarakat umum mencapai 80 persen. “Jika capaian vaksinasi lansia sudah 60 persen, maka vaksinasi anak-anak bisa dimulai,” ungkapnya.
Vaksinasi dosis kedua kerjasama BIN Jatim dan Dinkes Ponorogo ini digelar di Gedung Sasana Praja. Selain vaksin dosis kedua, meraka juga melayani vaksinasi dosis pertama. Jika didosis kedua menggunakan vaksinasi AstraZeneca, untuk vaksinasi dosis pertama kali ini menggunakan Pfizer. Nina menyebut jika stok vaksin untuk Ponorogo aman, saat ini ada 60 ribu vaksin berbagai jenis yang tersimpan di freezer Dinkes Ponorogo.
“Hari ini juga melayani vaksinasi dosis pertama, berapapun orang yang akan vaksinasi akan dilayani. Sebab stok vaksin cukup banyak. Ada vaksin Sinovac, AstraZeneca, Flizer dan Moderna untuk dosis kedua,” pungkasnya. (end/kun)






