Pamekasan (beritajatim.com) – Penegakan disiplin protokol kesehatan Coronavirus Disease 2019, menjadi atensi Polres Pamekasan dalam pengamanan perayaan Nataru, yakni Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.
Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif sekaligus upaya memutus rantai penyebaran Covid-19, sekalipun pada momentum kali ini bersamaan dengan pengamanan Nataru. Sehingga sangat penting pihaknya mengurai penumpukan massa saat perayaan.
“Tidak kalah penting bersamaan dengan momentum ini, kita juga akan jadikan sebagai penegakan disiplin protokol kesehatan sebagai salah satu atensi,” kata Kapolres Pamekasan, AKBP Rogib Triyanto, Jum’at (17/12/2021).
“Artinya kita tidak ingin momentum Nataru ini, khususnya malam pergantian tahun justru menjadi ajang penyebaran Covid-19. Apalagi saat ini sudah ada Covid-19 varian Omicron di Indonesia, sehingga hal ini harus kita antisipasi sedini mungkin,” tegasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”polres-pamekasan”]
Sebelumnya pihaknya menyampaikan giat pengamanan Nataru menerapkan dua model berbeda, yakni model pengamanan tertutup dan model pengamanan terbuka. “Pengamanan tertutup dilakukan dengan cara menerjunkan personil berpakaian preman, sedangkan pengalaman terbuka personil berpakaian dinas,” ungkapnya.
“Hal ini kita lakukan dalam rangka mengantisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan, terutama kemungkinan adanya konvoi massa pada malam pergantian tahun, yakni malam Tahun Baru 2022,” sambung pimpinan Polres yang akrab disapa Pak Rogib.
Sementara personil berpakaian dinas nantinya akan ditempatkan di sejumlah posko pengamanan, termasuk sejumlah gereja di Pamekasan. “Untuk personil berpakaian preman nanti kita sebar, sekalipun sebagian di antara mereka juga ada yang berjaga di sejumlah gereja,” pungkasnya. [pin/ted]






