Lumajang (beritajatim.com) – Banyaknya warga yang tidak berkepentingan masuk ke daerah terdampak erupsi membuat petugas BPBD Jatim harus menghalau sejumlah warga yang nekat mendekat ke lereng Semeru di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Sabtu (11/12/2021) pagi ini.
“Alarm ini terus berbunyi. Ayo segera menjauh, tinggalkan tempat ini. Jangan berada di area ini,” teriak salah seorang petugas BPBD Jatim yang memasang alat deteksi di sekitar Dusun Dumbersari.
“Segera menjauh. Jangan disini, kalau saya nanti lari sampeyan semua ini tidak bisa keluar bagaimana. Ayo tinggalkan tempat ini,” tambahnya.
Banyaknya masyarakat yang mendekati lereng Semeru kebanyakan usai memberikan bantuan. Mereka lantas mengabadikan gunung Semeru dan foto bersama hingga swa foto di pinggir aliran lahar Semeru.
Sementara itu, peringatan dini bahaya Semeru atau early warning system yang ada di Stasiun Pemberitaan Banjir Dini Pos Siaga IV Semeru di Kampung Kamar A Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Malang, rusak dan tidak berfungsi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”erupsi-gunung-semeru”]
Pos Pemberitaan Siaga IV itu diletakkan dirumah warga yang bernama Lailatul Hasanah (25). Kata Lailatul, Pos Siaga IV sudah di pindah ke Gunung Sawur.

“Kami biasanya menerima sinyal dari Gunung Sawur jika ada tanda bahaya, baru kita bunyikan sirine. Ini ada menaranya. Tapi sudah rusak ini. Jadi kalau ada apa-apa kami tidak bisa membunyikan sirine lagi,” tuturnya. (yog/ted)






