Surabaya (beritajatim.com) – Kisah dongeng sosok pahlawan baru AC Milan yang memulai semua dari bawah bernama, Junior Messias. Musim ini, AC Milan memang butuh keajaiban untuk bertahan di Liga Champions. Lalu, sosok itu pun hadir secara tidak terduga dan diluar prediksi.
Bukan Zlatan, bukan Giroud, bukan pula Rafael Leao. Sosok pahlawan itu justru datang dari sosok yang sebelumnya belum begitu dikenal. Junior Messias, lahir di Brasil, dia pernah bermain di akademi Cruzeiro. Namun sayang, tidak semua hal berjalan sesuai harapan.
Karena pada usia 20 tahun, Messias justru harus gagal masuk tim utama dan pindah ke Italia untuk tinggal dengan saudaranya. Hal itu dia lakukan tanpa izin pada keluarganya, dan berani membawa istri juga sang anak.
Dilansir dari football.italia.net awalnya sepakbola baginya hanya sekedar hobi. Dia hanya berharap akan diterima di klub Serie D, namun ternyata tidak ada satupun klub yang berminat. Justru, Messias malah bermain secara gratis di klub amatir, Sport Warique, yang isinya pengungsi asal Peru.
Mereka di klub itu menerima Messias asalkan Messias mengambil pekerjaan sebagai kurir kulkas. Saat itu, sepakbola hanyalah sekedar hobi bagi Messias. Namun, selama di sana, Messias ternyata bertemu sosok penting yang membawanya ke level profesional.
Dia merupakan mantan pemain dan pelatih Torino yaitu Ezio Rossi. Rossi melihat bakat spesial dalam Messias dan berusaha mengorbitkannya ke klub Italia. Rossi akhirnya ditunjuk jadi pelatih Casale, ia juga membawa serta Messias ke klub.
Di Casale, Messias tampil bagus dan mencetak sebanyak 21 gol serta membawa timnya promosi ke Serie D. Sempat pindah ke Chieri, Messias lanjut pindah ke Gozzano dan membawa mereka promosi ke Serie C.
Dua tahun setelah itu, Mesias pindah ke Crotone dan membawa mereka ke Serie A. Bayangkan saja, dalam waktu 5 tahun bisa bermain dari divisi 5 ke Serie A. Nasib Crotone di Serie A tidak berjalan mulus.
Crotone pun harus kembali degradasi ke Serie B, meski begitu Messias tetap bersinar. Akhirnya, Milan pun meminjam Messias dengan opsi pembelian di akhir musim. Tanpa disangka, sang pemain mampu membuktikan kemampuannya dan sudah mencetak
3 gol dari 5 penampilan. Dalam beberapa lagi mendatang, bukan tidak mungkin magis Messias membawa kembali kejayaan Milan. [dan/tur]






