Mojokerto (beritajatim.com) – Program inkubasi wirausaha bidang pertanian menjadi salah satu upaya pemulihan ekonomi yang tengah gencar digarap oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto. Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari juga optimis jika program tersebut juga dapat mendukung pengembangan pariwisata Kota Mojokerto.
“Jika program ini bisa berhasil, akan semakin banyak kelompok yang bergerak di bidang ketahanan pangan, khususnya pertanian di lahan sempit. Lebih jauh, ini juga bisa menjadi daya tarik pengunjung untuk wisata petik sayur. Jadi tidak perlu jauh-jauh ke Batu,” ungkapnya, Selasa (30/11/2021).
[berita-terkait number=”4″ tag=”wisata”]
Sebagai informasi, sebelumnya terdapat sejumlah program serupa dari Pemkot Mojokerto melalui DKPP, yang dinilai telah sukses. Diantaranya seperti Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Warga yang tergabung dalam program tersebut telah panen beberapa kali dan mendapat keuntungan dari hasil penjualannya.
Sementara terkait inkubasi wirausaha bidang pertanian, jumlah rumah tangga (ruta) yang memilih program tersebut sebanyak 69. Angka tersebut memang tidak banyak jika dibanding inkubasi wirausaha bidang lain. Meskipun demikian, Ning Ita (sapaan akrab, red) tetap mengapresiasi hal tersebut.

Pemkot Mojokerto berkomitmen untuk senantiasa memfasilitasi para peserta. Mulai dari pelatihan, pendampingan, pemberian modal hingga pemasaran. Hal tersebut demi kesuksesan para peserta. Pemkot Mojokerto akan memfasilitasi dan semua keuntungan untuk masyarakat 100 persen.
“Melihat warga Kota Mojokerto yang sukses berwirausaha, menjadi sejahtera adalah kebahagiaan kami. Para peserta agar serius dan sabar dalam setiap proses inkubasi wirausaha yang diberikan. Mengingat untuk menjadi sukses memang tidak semudah membalikkan telapak tangan,” harapnya. [tin/suf]






