Magetan (beritajatim.com) – Wilayah Kabupaten Magetan jadi salah satu radar potensi terorisme. Hal tersebut didasari dengan sejumlah 38 napi terorisme yang berasal dari Magetan. Sebanyak 22 orang diantaranya tinggal di Magetan.
Saat kini sudah masuk dalam.pengawasan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) untuk menjalani rehabilitasi.
Riyadh Rosyadi Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur mengungkapkan kalau hal tersebu jadi perhatian. Sudah sepantasnya bukan cuma pemerintah yang turun langsung dalam upaya deradikalisasi. Dia meminta insan pers untuk turut serta dalam upaya deradikalisasi.
”Dan warga Magetan itukan saudara kita juga. Kami dan pemerintah harus membangun trauma healing bagi para napiter, berikut dengan keluarganya. Jangan sampai mereka merasa tidak aman jika berada di tengah masyarakat. Perlu usaha maksimal untuk membantu mereka kembali ke masyarakat yang menjunjung tinggi nasionalisme,” kata Riyadh pada beritajatim.com, Rabu (24/11/2021).
[berita-terkait number=”4″ tag=”terorisme”]
Terpisah, Kabid Kewaspadaan Nasional Bakesbangpol Magetan Dandun Widya Kusuma menyebut bukan sekadar napiter saja yang kini dalam pantauan. Tapi, ada sekutar 30 warga Magetan yang kini masih berada di luar negeri dan masih terafiliasi dengan beberapa jaringan bahkan termasuk Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS).
”Masih dalam pantauan kami berikut pihak-pihak terkait. Tentu, kami juga terus berupaya untuk tetap melakukan upaya deradikalisasi,” katanya. (fiq/ted)






