Ponorogo (beritajatim.com) – Guyuran hujan dengan intensitas sedang hingga lebat beberapa hari terakhir, membuat ruas jalan di Ponorogo tergerus air sungai. Ruas jalan yang tergerus air hingga menyebabkan kerusakan itu, terjadi di Dusun Gunungan Desa Ringinputih Kecamatan Sampung Ponorogo. Alhasil, pengendara yang lewat pun harus ekstra hati-hati. Sebab, jika hujan turun terus menerus bisa berpotensi jalan kembali tergerus.
“Rusaknya itu ya tergerus dari air hujan. Kebetulan hujannya agak begitu lebat beberapa hari ini,” kata Rusbandi, warga di sekitar lokasi, Senin (15/11/2021).
Lebatnya hujan itu, membuat aliran sungai menjadi deras. Sehingga mengakibatkan plesengan yang membatasi jalan dengan sungai menjadi ambrol. Kemudian dikit demi sedikit aliran sungai itu menggerus jalan tersebut.
“Ambrolnya ya sejak seminggu yang lalu. Semakin membesar seiring hujan yang terus turun,” katanya.
Pantauan wartawan beritajatim.com, lebar jalan yang tergerus itu memcapai 2 meter. Dengan plesengan yang juga ikut ambrol kurang lebih panjangnya 8 meter.
“Jalan ini menghubungkan Kecamatan Badegan dengan Kecamatan Sampung. Kondisinya sekarang 35 persen atau 2 meter jalan yang hanyut tergerus aliran air sungai,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ponorogo”]
Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, warga pada hari Sabtu (13/11) mengadakan kerja bakti. Mereka memberikan pembatas – pembatas jalan yang bisa dilalui dengan menggunakan batu nisan. Batu nisan tersebut diperoleh dari tempat pemakaman umum yang tak jauh dari jala rusak. Kebetulan nisan-nisan tersebut sudah tidak terpakai.
“Kijing (batu nisan-red) dipasang kemarin siang. Tujuannya supaya kendaraan yang lalu lalang tidak masuk ke jalan yang ambrol. Ya pembatas lah istilahnya,” pungkasnya. [end/but]






