Jombang (beritajatim.com) – Tim ACT (Aksi Cepat Tanggap) Jombang menjalin sinergi dengan banyak komunitas/lembaga peduli kemanusiaan untuk membantu para penyintas bencana. Di antaranya, Yayasan Awad Makarim, BEM Unhasy (Universitas Hasyim Asyari) Jombang, dan BEM Fakultas Ekonomi Unhasy.
Kolaborasi itu mereka tunjukkan saat terjadi banjir bandang di Kota Batu dan Kota Malang, Kamis (4/11/21). Bencana itu memaksa ratusan orang mengungsi. Di Kota Batu setidaknya 15 rumah hanyut tak tersisa. Juga ratusan warga lainnya terdampak, sehingga harus tinggal di pengungsian.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banjir-bandang”]
Tak hanya berkontribusi dalam penggalangan dana, Senin (8/11/21), BEM Unhasy turut terjun langsung ke lokasi bencana untuk mendistribusikan bantuan pada penerima manfaat.
“Iki nak wes habis kabeh rumahku, baju yo ndak ada wes an. Keluarga ku selamet kabeh wes Alhamdulillah (Ini nak, sudah habis semua rumahku, Baju juga tidak ada. Keluargaku selamat semua, alhamdulillah),” tutur Supadi, salah satu penyintas.
Supadi terdampak banjir bandang cukup parah, rumah dan isinya hanyut tak tersisa. Bahkan puing-puing rumahnya pun rata tak terlihat. “Tim ACT Jombang, mengajak yayasan/lembaga sosial, mahasiswa, dan masyarakat luas untuk terus peduli dan membantu warga terdampak hingga recovery dan keadaan warga kembali pulih,” tutur Kepala Cabang ACT Jombang, Hasan, Senin (15/11/2021).
Bantuan yang didistribusikan kepada penerima manfaat berupa bahan pokok dan baju layak pakai.Kedepan ACT Jombang akan memperluas jangkauan dengan mengajak seluruh elemen untuk peduli dan membantu sesama melalui aksi-aksi kemanusiaan. [suf]







