Surabaya (beritajatim.com) – Media sosial kembali dihebohkan dengan sebuah postingan yang menyatakan jika tanggal 11 November 2021 merupakan Hari Jomblo Sedunia atau disebut dengan Happy Single Day. Tentu ini menjadi momen untuk para jomblo merayakan kelajangan mereka.
Asal mulanya dimulai sejak tahun 1990-an, saat itu Hari Jomblo Sedunia pertama dipopulerkan mahasiswa dari Universitas Nanjing di China. Hal yang biasanya para jomblo merayakan kelajangan mereka adalah membeli hadiah untuk mereka sendiri sebagai bukti yang menunjukan kemandirian mereka.
Hanya saja, saat itu Hari Jomblo Sedunia bukan hanya dirayakan untuk para lajang tapi jadi acara belanja terbesar di China. Di Amerika bahkan tanggal 11 November menjadi 4 kali lebih besar dibandingkan Black Friday dan Cyber Monday.
Hari Jomblo membuat Tingkatkan Belanja Naik Dratis
Bertepatan dengan tanggal cantik sehingga ada berbagai promo yang ditawarkan. Hal ini membuat salah satu perusahaan e-commerce Alibab mengubah Hari Jomblo Sedunia menjadi hari belanja terbesar di China di tahun 2009. Walaupun tidak dimulai oleh Alibaba, tapi Hari Jomblo Sedunia masih gencar dipromosikan.
Hingga saat ini , Acara belanja terbesar telah berlangsung hampir empat kali lebih besar dari Black Friday dan Cyber Monday, disini menjadi dua hari belanja terbesar di Amerika. Bukan hanya itu, Banyak e-commerce yang menawarkan diskon besar di berbagai produk yang dijual khusus pada hari istimewa itu.
Tentu saja, acara terkait erat dengan e-commerce Alibaba. Ada suatu moment, Alibaba mengadakan acara pertunjukan yang mengundang beberapa selebriti ke Shanghai untuk tampil di acara dan disiarkan televisi untuk merayakan Singles Day.
Asal Mula Happy Single Day adalah Gerakan Anti Valentine
Sebuah fakta bahwa Hari Jomblo Sedunia adalah gerakan anti valentine. Awalnya, dikenal sebagai Bachelor’s Day, tanggal 11 November dipilih karena 11.11 membentuk 4 batang telanjang atau ‘bare stick’ sehingga menjadi bahasa gaul China yang berarti lajang.
Selain itu, Konsultan Kencan untuk Pria di Beijing Yue Xu menyampaikan jika status ‘Single’ baru mulai muncul setelah beberapa dekade terakhir di China, bahkan adanya sebagian besar paparan budaya Barat, dalam film dan televisi membuat tekanan kepada pria dan wanita China untuk segera mencari pasangan.
Maka dari itu, Yue Xu menyampaikan jika banyak kliennya yang telah menetapkan Hari Jomblo Sedunia sebagai hari berhenti menjadi lajang. Mereka beranggapan daripada melihat sebagai cara merayakan kelajangan, maka lebih baik ini menjadi hari terakhir melajang. [prd/tur]






