Sampang (beritajatim.com) – Pemetaan 11 wilayah berpotensi dilanda banjir, diantaranya 4 kelurahan dan 7 desa di Kabupaten Sampang oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat membuat warga yang berada di kawasan rawan banjir merasa khawatir dan telah mempersiapkan jika bencana datang secara tiba-tiba.
“Beberapa tahun terakhir ini memang kawasan kota terhitung sudah jarang terjadi banjir, tetapi melihat cuaca yang ekstrem dan terjadi hujan setiap hari ini membuat kita khawatir terjadi banjir,” ucap Rahman, warga Kelurahan Delpenang, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Minggu (7/11/2021).
Rahman menceritakan, hujan yang terjadi di kawasan perkotaan sudah mengalami peningkatan dan hampir terjadi setiap hari. Tak hanya itu, selepas pukul 12.00 WIB hingga sore hari di area kota juga diselimuti oleh mendung. Sehingga, beberapa aktifitas warga yang membutuhkan tenaga surya mulai terganggu.
“Hujan hampir terjadi setiap hari, dan setelah dhuhur selalu mendung,” tegasnya.
Di lain tempat, menurut Suhartini hujan beberapa kali ini cukup menakutkan. Sebab, lumayan deras dan sangat berpotensi yang mengarah kepada banjir.
“Kita berdoa saja mas di Sampang tidak ada bencana apalagi seperti di Batu Malang kemarin,” harapnya.
Sekedar diketahui, tidak hanya pemetaan BPBD setempat menyatakan 11 wilayah di Sampang rawan terjadi banjir. Tetapi perkiraan cuaca BMKG di wilayah Jawa Timur juga berpotensi dilanda badai La Nina.[sar/ted]






