Surabaya (beritajatim.com) – Mengalami demam di masa pandemi memang sering kali membuat kita jadi lebih khawatir dari biasanya. Sebab, demam biasanya menjadi salah satu tanda mereka yang terkena Covid-19. Lebih-lebih jika yang terserang demam adalah anak kita.
Rasa khawatir ini akan makin bertambah ketika kita baru saja menjadi orang tua. Masih belum berpengalaman merawat anak. Juga, belum memahami benar apa saja yang menyebabkan anak mengalami demam dan apa yang harus dilakukan.
Ketika seorang anak kekurangan asupan gizi atau cairan, maka mereka akan lebih rentan mengalami kenaikan suhu tubuh. Bahkan selain kekurangan cairan, anak-anak yang mulai mengalami perkembangan tertentu juga kerap mengalami gejala serupa. Naiknya suhu tubuh inilah yang disebut sebagai demam.
Pada dasarnya demam bisa diukur dengan thermometer, namun yang perlu diketahui ialah batas suhu yang perlu diwaspadai. Jika batas suhu anak di atas 39° derajat, maka sang ibu harus segera membawanya ke dokter. Namun, jika masih berkisar antara 37,5°-38,2°, bisa diatasi secara mandiri di rumah.
Meski tidak perlu terlalu panik, namun para ibu akan tetap selalu siap sedia memberikan penanganan pertama pada sang anak yang sedang sakit. Berikut ini beberapa tips yang perlu dilakukan ketika sang buah hati mengalami demam.
Penuhi kebutuhan makan dan minuman
Karena salah satu faktor anak demam adalah kekurangan cairan, maka cara yang tepat ialah memenuhi kebutuhan makanan dan minumannya agar terhindar dari dehidrasi. Bisa dengan mengonsumsi buah yang kaya akan kandungan mineral, makanan berkuah, serta perbanyak minum air putih.
Menggunakan pakaian tipis
Karena suhu tubuh pada anak cukup tinggi, maka yang harus dilakukan ialab memilihkan baju yang lebih tipis. Hal ini berfungsi agar panas tubuh dapat mudah menguap dan tidak terperangkap dalam pakaian.
Kompres dengan air hangat
Gunakan handuk yang sudah dibasahi dengan air biasa atau air hangat untuk mengkompres. Tujuan kompres tersebut agar tubuh dapat merespon suhu yang ada di luar yang kemudian dapat di samakan dengan suhu di dalam tubuh. Jika suhu di luar lebih dingin, maka tubuh akan merespon lebih tinggi atau panas.
Mandi air hangat
Anak yang demam bukan berarti tidak boleh mandi, justru sebaliknya. Selain untuk membersihkan diri juga agar suhu tubuh dapat menurun. Namun, air yang digunakan lebih baik air hangat.
Konsumsi obat penurun demam
Jika semua cara sudah dilakukan namun demam sang anak tidak juga turun, maka perlu mengonsumsi obat penurun demam. Pilih obat yang memang diperuntukan untuk anak dan sesuai dengan keluhan mereka. [fyi/tur]






