Bojonegoro (beritajatim.com) – Hari keempat pencarian korban perahu penyeberangan Sungai Bengawan Solo turut Desa Ngadirejo Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban menuju Desa Semambung Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro yang tenggelam berfokus di wilayah hilir.
Jarak pencarian yang dilakukan Tim SAR gabungan atas komando Basarnas Jawa Timur menyisir hingga jarak 18 kilometer. Selain itu juga melakukan pemantauan di Bendung Gerak, wilayah Lamongan. Beberapa titik penyeberangan tradisional juga ditempatkan personil SAR untuk memantau.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro Ardhian Orianto mengatakan, pencarian korban perahu tenggelam yang terjadi pada Rabu (3/11/2021) melibatkan SAR gabungan sebanyak 232 personil. “Masih ada 4 korban yang teridentifikasi belum ditemukan,” ujarnya, Sabtu (6/11/2021).
Sementara korban yang ditemukan sudah ada lima orang dalam kondisi meninggal dunia. Kelimanya atas nama Agus Tutin (28) warga Desa Ngandong, Kecamatan Grabagan, Tuban. Toro (40) warga Desa Sale RT 02 RW 05 Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang.
Kemudian Kasian (65) driver perahu warga RT 2 RW 1 Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Bojonegoro, korban keempat Basori (37) warga Desa Maibit RT 02 RW 03, Kecamatan Rengel, Tuban. Korban yang ditemukan terakhir Dian Purnama (27) Desa Semambung RT 4 RW 2 Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro.
[berita-terkait number=”4″ tag=”perahu-tenggelam”]
“Korban terakhir ditemukan pada Jumat (5/11/2021) pukul 20.53 WIB berjarak 10,5 km turut Desa Pucangarum, Kecamatan Baureno,” jelasnya.
Sementara diketahui, debit sungai Bengawan Solo diketahui sedang ada peningkatan diangka 8,90 meter diatas permukaan laut pada pukul 12.00 WIB. Selain itu, air sungai terpanjang di Pulau Jawa itu kini dalam kondisi keruh, sejumlah tanaman enceng gondok juga banyak yang terbawa arus. [lus/but]






