Trenggalek (beritajatim.com) – Didampingi anak dan istri tercintanya, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin melaunching Persiga untuk mengikuti kompetisi Liga 3. Pada kompetisi tersebut, Mantan Manager Persiga ini tidak membebani pemain dengan target-target tertentu. Dengan begitu diharapkan pemain lebih enjoy dan bisa mengembangkan permainannya.
“Saya ingin teman teman bermain lepas saja. Ini fase pertama kita setelah 2 tahun vakum,” ungkap Bupati Trenggalek.
Masih kata M. Nur Arifin, semua kompetisi memang vakum karena Covid-19. Tetapi bencana non alam tersebut justru menjadi titik balik meningkatkan iklim persepakbolaan tanah air. “Kemudian juga ini menjadi titik balik persepakbolaan Indonesia setelah liga 3 sempat diguncang dengan isu mafia bola dan yang lainnya,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”liga-3″]
“Kita sengaja tidak membebani target, sehingga team ini bisa terus berkembang dari hari ke hari. Patut disyukuri pada fase pertama ini kita bisa menjadi tuan rumah karena belum seketat di fase- fase berikutnya. Ini perlu kita syukuri, sehingga pemain bisa menganggap pertandingan-pertandingan yang ada seperti latihan biasa,” lanjut pria yang memang penghobi berat bola itu.
Semua, imbuh Bupati tentu ingin hasil yang maksimal. “Namun sekali lagi kita tidak ingin mem-pressure pemain, sehingga mereka bisa enjoy menikmati debud kembali di Liga 3,” lanjutnya.
“Saya percaya Pak Mursid sebagai tim pelatih dan Pak Puguh sebagai Askab PSSI akan all out kepada tim ini,” tutupnya. [nm/kun]






