Probolinggo (beritajatim.com) – Media sosial facebook akhir-akhir ini ramai dengan unggahan aksi pencurian kendaraan bermotor di berbagai tempat di Kabupaten Probolinggo. Seperti yang ditulis oleh akun facebook Anita Dewi pada unggahan di group facebook Info Lantas Dan Kriminal Kota/Kabupaten Probolinggo.
“Kab Probolinggo semua desa dari wangkal,besuk,maron, dll semua darurat curanmor..” begitu potongan kalimat yang di tulis oleh akun facebook Anita Dewi, sembari menyertakan beberapa rekaman CCTV aksi pencurian.
Ia melanjutkan, semua itu terjadi karena saat ini di Kabupaten Probolinggo dalam waktu dekat akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang diikuti oleh 253 desa.
[berita-terkait number=”5″ tag=”curanmor”]
“Semua isu berhembus dari isu mau pilkades nyari modal buat taruhan dll…apapun alasannya di bulan maulud ini pihak berwajib wajib menangkap semua tindak kriminal curanmor ini baik yang laporan atau tidak ada laporan..jangan sampai ada mitos polisi kalah dengan penjahat,” lanjut cuitannya.
Ia berharap Kepolisian bisa segera mengungkap pelaku curanmor yang meresahkan masyarakat. “Ayo bapak kapolres pak Arsya dipundakmu jutaan rakyat kab memohon bantuan,” harapannya.
Postingan tersbeut menuai banyak reaksi dari netizen, seperti yang disampaikan oleh akun facebook Mul Yadi. “Semoga pihak yg berwajib bisa cepat menangkap pelakunya….” tulisnya di kolom komentar.
Menanggapi hal itu, Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi akan membentuk Tim Khusus (Timsus) yang ditugaskan untuk menangani kasus pencurian di Kabupaten Probolinggo.
Kapolres mengatakan, pihaknya akan menindak tegas para pelaku pencurian yang telah berani membuat masyarakat Probolinggo resah.
Saat ini pihaknya masih mengumpulkan semua laporan kehilangan di tiap-tiap Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang nantinya akan dilakukan penyelidikan oleh Timsus yang dibuatnya itu. “Akan segera ditindak lanjuti untuk ungkap,” terangnya, Rabu (3/11/2021).
Saat ditanya mengenai apakah ada hubungannya kasus pencurian motor dengan nuansa pilkades. Arsya mengatakan kalau saat ini belum bisa memberikan komentar. “Karena belum ada petunjuk kaitan hal tersebut,” ucap Kapolres. (kun)






