Surabaya (beritajatim.com) – Setiap wanita, terutama yang sudah memasuki usia subur, pasti pernah mengalami keputihan, dan itu merupakan hal yang wajar. Keputihan atau disebut sebagai vaginal discharge adalah cairan atau lender yang keluar dari vagina.
Cairan tersebut ada bukannya tanpa tujuan, melainkan berfungsi untuk menjaga vagina agar tetap bersih, melindungi vagina dari iritasi atau infeksi. Caranya dengan membawa keluar sel-sel mati dan kuman melalui lendir yang keluar tersebut.
Keputihan bersifat normal jika tidak disertai gejala lain, tidak berbau atau tidak menimbulkan rasa gatal. Jika keputihan disertai dengan gejala yang lain, maka keputihan itu tidak normal dan bisa disebabkan oleh infeksi atau penyakit.
Kalian harus waspada dan bisa mengenali ciri-ciri keputihan yang tidak normal seperti di bawah ini.
· Berwarna kuning atau hijau
Salah satu tanda bahwa keputihan bisa menjadi pertanda dari penyakit berbahaya adalah keputihan yang memiliki warna kuning atau hijau. Umumnya keputihan hanya berwarna putih atau bening. Keputihan berwarna bisa jadi pertanda penyakit kelamin seperti gonore, klamidia, dan trikomoniasis. Selain itu, gejala lain yang menyertai adalah teksturnya yang encer, nyeri buang air kecil, serta sakit pada perut bagian bawah.
· Jumlah yang banyak
Normalnya keputihan hanya keluar sebanyak 2-5 ml atau setara dengan setengah sampai satu sendok teh. Sedangkan keputihan yang berbahaya akan mengeluarkan jumlah yang tidak wajar, dan biasanya memakan waktu berhari-hari.
· Berbau
Ciri keputihan berbahaya lainnya adalah mengeluarkan aroma seperti amis atau asam. Aroma tersebut bisa disebabkan infeksi bakteri oleh bacterial vaginos.
· Gatal
Tak hanya bentuk dari keputihan yang tidak normal, jika ada penyakit serius, maka biasanya disertai juga dengan rasa gatal luar biasa pada vagina. Tak hanya rasa gatal, biasanya akan diikuti dengan vagina yang membengkak, kemerahan pada vulva serta rasa nyeri saat buang air kecil.
Lebih parahnya lagi, keputihan bisa dibarengi dengan darah yang mengalir di luar jadwal menstruasi. Lalu penderita juga akan mengalami kondisi tubuh yang demam. Selain infeksi, gejala ini juga bisa hadir sebagai pertanda dari kanker serviks atau radang panggul.
Untuk mengatasinya, kalian tidak boleh sembarangan, sebab vagina merupakan bagian tubuh yang sensitif. Alangkah baiknya untuk segera melakukan pengecekan medis agar bisa ditangani dengan tepat.
Sementara itu, sebagai langkah pencegahan, kalian harus selalu menjaga kebersihan vagina, dengan mencuci vagina menggunakan air bersih, dan hindari menggunakan sabun, gel, atau antiseptic lainnya. Gerakan mencuci vagina pun penting, yaitu dari depan ke belakang. Kebanyakan orang membersihkan area belakang dahulu baru ke depan, hal itu bisa membawa bakteri dari belakang ke area depan.
Pastikan untuk mengeringkan vagina setelah dicuci, bisa menggunakan tisu atau handuk yang bersih. Sering mengganti celana dalam juga sangat penting, agar tidak ada jamur yang berkembang. Terakhir, jika kalian aktif dalam kegiatan seksual, pastikan untuk selalu menggunakan pengaman untuk mencegah penyakit yang menular. [mnd/esd]






