Gresik (beritajatim.com) – Warga Desa Kramat, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik kini bisa menikmati air bersih dan bukan payau lagi. Kenikmatan itu berkat membeli alat penyulingan air Reverse Osmosis atau osmosis (RO) yang dibeli dengan harga Rp 75 juta.
Alat penyulingan air yang ditempatkan di bangunan dengan ukuran 3×5 meter itu mampu menghasilkan sistem penyaringan air dengan daya saring yang tinggi. Tidak hanya mampu menjernihkan saja melainkan juga mampu menyaring molekul besar. Sehingga, bisa menghasilkan air bersih yang mampu dikonsumsi.
Alat tersebut juga mampu menyaring ion dengan lapisan teknologi yang tinggi. Air yang dihasilkan dari alat RO itu juga aman bagi kesehatan saat dikonsumsi.
Untuk menghasilkan air yang bersih, warga setempat terlebih dulu mengambil air dari sumur dengan kedalaman 75 meter. Setelah air payau diambil melalui pompa air. Kemudian air yang memiliki kadar garam tinggi TDS-nya sekitar 4 ribu part per million (ppm).
Selanjutnya air payau itu disuling menjadi air bersih. Dengan cara dihitung menggunakan TDS meter lalu menghasilkan 523 ppm. Air tersebut disuling kembali menjadi air minum dimana TDS-nya mampu ditekan menjadi 3 ppm.
Dari praktek itu, air suling yang berasal dari sumur layak dikonsumsi. Sehingga, warga Desa Kramat, Kecamatan Duduksampeyan tidak lagi membeli air bersih. Baik itu melalui gerobak jirigen maupun mobil tanki air dengan harga cukup mahal dengan menempuh jarak 6 kilometer.
Kepala Desa Kramat M.Fauzi menuturkan, sejak lama desanya memang memiliki kadar air yang asin. Hal ini karena dikelilingi puluhan hektar tambak. Bahkan, baru tahun 2001 kendaraan roda empat lebih bisa masuk membawa air bersih pesanan warga.
“Sudah lama daerah kami airnya asin. Tapi sekarang ada Bumdes yang mengelolah air payau jadi air tawar buat keperluan warga sehari-hari,” tuturnya, Senin (1/11/2021).
[berita-terkait number=”4″ tag=”gresik”]
Hal senada juga dikatakan Hasan (49) warga Desa Kramat. Dirinya, datang sambil membawa galon air buat untuk isi ulang. Sambil berjalan kaki, Hasan kini bisa menikmati air bersih tanpa harus merogoh kocek yang mahal alias grastis.
“Ini merupakan terobosan desa. Warga otomatis terbantu, Alhamdulillah airnya segar tidak kalah dengan air mineral lainnya,” katanya.
Sekarang warga Desa Kramat, berbondong-bondong mendatangi Bumdes yang dikelolah desa. Sambil membawa ember, galon air mineral dan sebagainya untuk mendapatkan air bersih yang mampu memenuhi sebanyak 1.000 liter perhari. [dny/but]






