Sidoarjo (beritajatim.com) – RRA (6,5) terus tergolek lemas di rumah kos bersama ibu dan neneknya di RT 07 RW 02 Desa Tenggulunan Kecamatan Candi akibat penyakit yang dideritanya.
RRA mengidap penyakit hydrocephalus atau ukuran kepala membesar sejak usia dua bulan usia. Di kamar berukuran kecil tersebut, hanya mengandalkan perawatan seadanya dari sang ibu.
Menurut Rizki Nada Nadia sang ibu, RRA terkena penyakit hydrocephalus sejak usia dua bulan setelah kelahirannya. Setelah itu, sang ibu sempat membawa ke rumah sakit untuk berobat secara mandiri. “Namun tidak dilanjutkan lantaran saya tidak mempunyai biaya untuk berobat,” ucap Riski Senin (1/11/2021).
Rizki juga mengaku sempat mendapatkan bantuan pengobatan dari salah satu yayasan pondok pesantren, namun lagi-lagi pupus ditengah jalan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”hydrocephalus”]
Pada akhirnya hingga saat ini, RRA hanya bisa berbaring lemas dikamar tidurnya dengan mengandalkan perawatan seadanya. “Sejak itu sampai sekarang, saya rawat dengan apa adanya,” imbuhnya dengan meneteskan air mata.
Adanya derita anaknya ini, Riski berharap ada bantuan kesehatan dari Pemkab Sidoarjo. Karena selama ini hanya mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT), namun tidak pada penanganan kesehatan RRA.
Lebih jauh Riski bercerita, hidupnya serba kekurangan. Dengan mengandalkan gaji Rp 3 juta sebagai buruh pabrik, dirasakan belum bisa dibuat untuk berobat untuk anaknya.
Sebab gaji Rp 3 juta tersebut dibuat untuk membayar kos-kosan, listrik, makan dan biaya hidup lainnya. Apalagi sang suami pergi meninggalkannya setelah melihat kondisi RRA terkena penyakit hydrocephalus. “Kesedihan ini sudah saya rasakan lama, semoga saya bisa merawat sebaik-baik nya terhadap RRA,” akunya.
Sementara Sugito Ketua RT 07 RW 02 Desa Tenggulunan mengaku jika setiap ada bantuan, desa telah memberikan bantuan untuk RRA. “Sedangkan untuk bantuan pengobatan kesehatan dari pihak desa, hingga saat ini belum menerima,” papar Sugito. (isa/kun)






