Sumenep (beritajatim.com) – Gubermur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengajak semua pihak untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan ekstrem terutama di lima kabupaten/ kota di Jawa Timur (Jatim) yang menjadi ‘pilot project’ percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem.
“Lima Kabupaten/kota itu adalah Bangkalan, Sumenep, Probolinggo, Bojonegoro, dan Lamongan,” katanya.
Gubernur Jawa Timur berada di Sumenep pada Minggu (31/10/2021) untuk menghadiri puncak peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XVII dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-48 tingkat Provinsi Jawa Timur di Gedung Graha Adi Poday.
“Kemiskinan ekstrem itu adalah kondisi dimana kesejahteraan masyarakat berada di bawah garis kemiskinan, yakni memiliki pengeluaran perkapita per hari di bawah US $ 1,9 PPP (Purchasing Power Parity),” terang Khofifah.
Menurutnya, salah satu upaya pengentasan kemiskinan itu adalah dengan gotong royong. Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, diyakini mampu mengakselerasi setiap program pembangunan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”sumenep”]
“Masing-masing dari lima kabupaten itu fokus pada lima kecamatan, dan masing-masing kecamatan fokus pada lima desa. Jadi untuk lima kabupaten di Jatim yang menjadi percontohan program nasional percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem, mohon kita fokus pada gotong royong untuk bisa mengentaskan kemiskinan,” ujarnya.
Khofifah menandaskan, semangat kebersamaan dan kegotongroyongan selama ini telah mengakar dan melembaga dalam kehidupan masyarakat. Hal itu menjadikan masyarakat hidup rukun dan damai dalam mengisi pembangunan dengan suasana kekeluargaan.
“Semangat tersebut ternyata masih tetap lestari hingga sekarang dan menjadi harmoni di tengah-tengah tatanan kehidupan yang serba modern seperti saat ini. Nilai-nilai kegotong royongan inilah yang membedakan Bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lain di belahan dunia manapun,” ucapnya. (tem/ted)






