Surabaya (beritajatim.com) – Siapa yang tak pernah melihat iklan televisi yang menampilkan Dedy Mizwar dengan slogan “Yang Ada Badak-nya”. Tentu ingatan kita langsung melekat pada Larutan Penyengar Cap Badak. Tak hanya iklannya saja yang melekat di ingatan masyarakat, Larutan Penyegar Cap Badak yang sudah ada sejak 40 tahun dan menjadi pilihan keluarga Indonesia.
Berawal dari perusahaan farmasi sederhana dengan sebuah pabrik di Bekasi Jawa Barat, kini PT Sinde Budi Sentosa selaku produsen Larutan Penyegar Cap Badak sudah menjadi perusahaan global dengan jaringan pemasaran ke mancanegara seperti Cina, Hongkong, Korea Selatan dan berbagai negara lainnya.
Penghargaan Legacy Makers
Kini menyambut usia bisnis PT Sinde Budi Sentosa yang ke 40 tahun, manajemen ingin memberikan penghargaan pada 3 tokoh bangsa yang mengubah dunia melalui pemikiran, inovasi dan karyanya. Ajang penghargaan dengan nama “Legacy Makes” ini dihelat oleh Larutan Penyegar Cap Badak bekerjasama dengan KOMPAS Media Group.
Dari hasil pencarian sejumlah tokoh bangsa, akhirnya ditetapkan 3 sosok anak bangsa yang telah berkarya dan konsisten di bidangnya menerima penghargaan sebagai Legacy Makers. Ketiga tokoh bangsa yang terpilih adalah Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A (Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), Didiet Maulana (Founder of IKAT Indonesia) dan William Wongso (Pakar Kuliner Indonesia).
Ketiganya diyakini selalu konsisten menggaungkan semangat berkarya untuk bangsa dibidangnya masing-masing. Sama halnya dengan semangat Larutan Penyegar Cap Badak, pelopor minuman pereda panas dalam di Indonesia, untuk selalu menghadirkan produk terbaiknya bagi masyarakat Tanah Air dan dunia.
“Empat puluh tahun menghadapi pasang surut sebagai brand dan produk kesehatan, kami menyadari bahwa orisinalitas dan konsistensi adalah dua hal yang membawa kami sampai pada di titik ini. Untuk memperingati hal tersebut, kami mengeluarkan produk terbatas Larutan Penyegar Cap Badak Legacy sekaligus membuat Program Legacy Makers. Atas dasar pemikiran, bahwa banyak karya-karya di Indonesia yang juga bisa dikatakan sebagai Legacy dan perlu diapresiasi, perlu digaungkan, perlu ditularkan. Terutama untuk menginspirasi generasi-generasi penerus.” ujar Jony Yuwono selaku Vice President Director PT Sinde Budi Sentosa.
Jony Yuwono pun melanjutkan, “Tidak berhenti sampai memberi penghargaan, kami membuat akun @legacymakers.id untuk menceritakan kepada generasi penerus dan bahkan pada dunia, legacy-legacy lainnya dari Indonesia sejak dahulu. Layaknya Larutan Penyegar Cap Badak yang orisinal berangkat dari racikan jamu hingga sekarang menjadi sebuah brand dengan jaringan multinasional, harapannya generasi penerus juga menerapkan nilai orisinal dan konsisten untuk berkarya, berkontribusi bagi negara.”
Didiet Maulana, perancang busana yang mengangkat tenun ikat dalam setiap karyanya, merespon penghargaan ini, sebagai sebuah apresiasi yang sangat tinggi.
“Sebuah apresiasi tinggi bisa menjadi bagian dari program Legacy Makers, bersama tokoh besar lainnya, mudah mudahan ini bisa menjadi semangat baru untuk terus berkarya dan membesarkan warisan budaya Indonesia baik untuk diri saya pribadi dan teman teman kreatif yang ada di Indonesia.” ungkap Didiet.
Demikian juga Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A, tokoh yang menyampaikan pemikiran-pemikirannya juga tentang Islam Nusantara
“Selayaknya orang yang dianggap memiliki kontribusi besar, sepertinya saya belum sampai ke tahap itu, untuk itu saya merasa terhormat telah diberikan kesempatan bersama tokoh besar lainnya. Terima kasih semoga Program Legacy Makers bisa terus memberikan kontribusi besar kepada Indonesia,” ujar Said Aqil Siroj.
Senada dengan Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj,M.A, William Wongso, sosok dibalik kepopuleran rendang di mancanegara menyampaikan pesan, segala sesuatu yang dilakukan dari hati tentu akan sampai ke hati.
“Tidak pernah terpikir bahwa saya akan mendapatkan penghargaan sebagai legacy maker dari dunia kuliner. Terima kasih, Semoga Program Legacy Makers ini dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya,” harapnya.
Diangkatnya 3 tokoh bangsa ini sebagai Legacy Makers dari Larutan Penyegar Cap Badak tentunya bukan tanpa maksud. Tiga tokoh ini diharapkan mampu melecut semangat kawula muda untuk menemukan semangat dan konsistensinya hingga mampu membawa perubahan untuk bangsa Indonesia. Bagi kawula muda dan masyarakat yang ingin mengenal 3 tokoh ini lebih dekat saksikan Program “Legacy Makers” di Kompas TV, Sabtu, 30 Oktober 2021 pukul 20.00 WIB. Jangan lupa untuk terus mengupayakan masa depan gemilang bagi kalian dengan #CreateYourOwnLegacy!
Untuk generasi masa datang yang lebih gemilang, silakan kunjungi http://legacymakers.larutanpenyegar.com dan sosmed LPCB Legacy di IG @legacymakers.id.






