Lamongan (beritajatim.com) – Masih dalam serangkaian Hari Santri Nasional (HSN) 2021, PAC ISNU (Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama) Paciran Lamongan menggelar kegiatan Soft Launching NUtrisan (nutrisi untuk santri) dan Workshop Pengolahan Diversifikasi Hasil Laut (ikan segar) untuk kebutuhan nutrisi santri, di Hall Tanjung Kodok Beach Resort (TKBR) Paciran Lamongan.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Bakorwil Bojonegoro mewakili Gubernur Jawa timur, Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Jawa timur, Kepala Dinas Perikanan Lamongan mewakili Bupati Lamongan, Pimpinan Cabang BRI Lamongan, Ketua PC ISNU Lamongan dan Rois Syuriah PCNU Lamongan.
Ketua PAC ISNU Paciran, Khoirul Huda MM mengungkapkan, bahwa program ini dimaksudkan untuk menjawab kebutuhan santri di masa sekarang. Diketahui, workshop tersebut melibatkan peserta yang merupakan utusan dari 20 KKMP (kelompok kerja masyarakat pesisir), binaan PAC ISNU Paciran.
“Santri merupakan pilar terpenting di Negara Indonesia yang memiliki peran strategis dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan. Karenanya, memperhatikan asupan nutrisi santri ini menjadi keniscayaan,” ungkap Khoirul Huda kepada wartawan, Selasa (26/10/2021).
Lebih lanjut, Khoirul Huda menuturkan, bahwa NUtrisan ini diberikan kepada santri 2 (dua) kali dalam seminggu, yakni tiap hari Selasa dan Jumat. Menurutnya, hal itu dikarenakan pada 2 hari tersebut pesantren memiliki tradisi kegiatan minat dan bakat.
“Para masyayikh mengambil hari Selasa dan Jumat dengan perhitungan neptu hari yang tidak punya pasangan, contoh Senin (4) : Wage (4), Ahad (5) : Legi (5), Rabu (7) : Pon (7), Kamis (8) : Kliwon (8). Sabtu (9) : Pahing (9). Sedangkan Selasa (3) + Jumat (6) = 9. Maka, santri yang bisa menjaga dan memelihara lubang 9 manusia itulah yang akan menjadi santri kamil,” terangnya.
Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indah Parawansa melalui Bakorwil Bojonegoro menyatakan, bahwa pihaknya sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan para santri dalam peningkatan pengolahan diversifikasi hasil laut untuk meningkatkan ketrampilan masyarakat pesisir dalam memenuhi kebutuhan nutrisi para santri.

Selain itu, diversifikasi hasil laut dapat dijadikan sebagai sarana edukasi dalam mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dalam mengembangkan usaha pengolahan hasil laut. Serta memberikan nilai tambah untuk meningkatkan inovasi produk, kesejahteraan, dan konsumsi ikan sehingga terhindar dari gizi buruk atau stunting.
“Diharapkan, sektor ini akan lebih memperluas kesempatan kerja dan penyerapan tenaga kerja, sehingga juga dapat memperkuat ekononi kerakyatan berbasis UMKM yang sejalan dengan nawa bhakti satya yaitu Jatim Kerja dan Jatim Berdaya,” tutur Bakorwil Bojonegoro mewakili Gubernur Khofifah.
Lebih lanjut, Khofifah menyampaikan, saat ini masih ada 13 Kabupaten/Kota yang capaian angka konsumsinya masih rendah atau di bawah 30,00 kg/kapita/tahun, utamanya di daerah pedalaman. Sehingga upaya kongkrit untuk meningkatkan angka tersebut harus terus digalakkan melalui sejumlah kegiatan seperti kampanye gemarikan, pelatihan pengolahan hasil ikan, bimtek pengembangan usaha, serta akses pasarnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”lamongan”]
“Semoga kegiatan ini dapat berjalan lancar, dan bisa terus memberi manfaat bagi kita semua. Dengan mengucapkan Bismilahirrahmanirrahim, kegiatan Soft Launching NUtrisan dan Workshop Pengolahan Diversifikasi Hasil Laut untuk Kebutuhan Nutrisi Santri resmi dibuka dan dimulai. Semoga niat baik kita selalu diridloi oleh Allah SWT,” imbuhnya.
Berdasarkan dari informasi yang diserap, ISNU Lamongan telah mengusulkan program bantuan intensif untuk nutrisi santri di APBD 2021. Saat ini, terdapat 154 pesantren di Kabupaten Lamongan dengan jumlah santri mukim sebanyak kurang lebih 30 ribu santri.
Bahkan, pihak BRI Lamongan juga siap untuk memberikan KUR terhadap pengadaan mesin produksi nuget, bakso dan sosis yang dibutuhkan oleh KKMP binaan PAC ISNU Paciran Lamongan ini.[riq/ted]






