Surabaya (beritajatim.com) – Bagi para penikmat bola yang sudah lama mengikuti olahraga ini, pasti sering melihat pemain yang menggunakan aksesoris. Seperti Edgar David yang selalu mengenakan kacamata. Atau pemain yang mengankan anting namun, ditutup solasi.
Saat ini, kita semakin jarang melihat ada pemain yang mengenakan akseseoris tertentu. Sebab, banyak aksesoris yang sudah dilarang untuk digunakan ketika menjalani pertanadingan. Aturan tersebut tertulis dalam Law of The Game 2021-2022 dalam Law 4: The Players’ Equipment.
Lalu, apa saja aksesoris yang kini susdah tak lagi boleh dipakai pemainn?
Pertama, perhiasan
Dalam peraturan tertulis itu disebutkan jika setiap pemain sepak bola tidak diperbolehkan menggunakan peralatan atau memakai sesuatu yang berbahaya. Maka dari itu, semua jenis perhiasan seperti cincin, kalung, gelang, anting dan lain-lain dilarang dalam pertandingan karena dianggap bisa membahayakan pemain.
Pemeriksaan ini, biasanya dilakukan sebelum pertandingan. Jika ditemukan perhiasan, wasit akan memerintahkan untuk melepas aksesoris tersebut. Seandainya tidak patuh, para pemain akan disuruh meninggalkan lapangan pertandingan.
Kedua, bandana
Dalam hal ini, tidak semua jenis bandana dilarang oleh IFAB. Buktinya, pemain seperti Sergio Ramos masih sering terlihat mengenakan bandana. Ternyata, bandana yang dilarang adalah bandana yang memiliki logo dari suatu merek tertentu, dan bukan bandana resmi yang dibuat oleh klub. Disamping itu, untuk penggunaan bandana warna yang diperbolehkan adalah warna hitam atau selaras dengan warna jersey klub.
Ketiga, kaos dalam yang mengandung pesan spesifik
IFAB juga melarang para pemain sepak bola yang memakai kaos dalam dengan tulisan pesan-pesan spesifik seperti dukungan politik atau pesan-pesan yang provokatif. Biasanya, para pemain akan melepas jersey saat berhasil mencetak gol, walaupun untuk saat ini selebrasi tersebut akan mendapat peringatan dari wasit.
Keempat, alat elektronik
Seluruh pemain maupun staff, termasuk pemain pengganti juga pemain yang keluar lapangan karena hukuman ternyata sudah tidak diizinkan menggunakan peralatan komunikasi elektronik dalam pertandingan. Namun, larangan ini ada pengecualian jika ada sesuatu yang berkaitan dengan keselamatan pemain atau pihak tim, misalnya menghubungi pihak medis atau rumah sakit ketika ada salah satu pemain yang pingsan di lapangan.
Kelima, jersey tanpa lengan
Jersey yang dilarang dalam pertandingan adalah jersey yang melanggar Law of The Game IFAB seperti jersey milik Kamerun di tahun 2002 karena tidak memiliki lengan. Dalam Law of The Game, tertulis bahwa jersey atau seragam pemain harus memiliki lengan, baik panjang maupun pendek.
Keenam, pelindung kepala
Selain penjaga gawang, pemain lain dilarang untuk memakai pelindung kepala. Pelindung atau penutup kepala ini hanya diperbolehkan untuk pemain yang membutuhkan perawatan dan perlindungan khusus akibat cedera terutama penjaga gawang. [dan/tur]






