Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati bersama Relawan Sungai Nusantara dan Ecoton bersih-bersih sampah plastik di Kali Marmoyo, anak sungai dari Kali Brantas, tepatnya di Desa Banjarsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Operasi Pohon Plastik tersebut bertujuan untuk mengurangi timbulan sampah plastik di Kali Marmoyo.
Koordinator Operasi Pohon Plastik, Muhammad Khalid Basyaiban mengatakan, Kali Marmoyo bermuara di Kali Surabaya yang menjadi bahan baku air minum Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Gresik dan Surabaya. “Banyaknya sampah plastik akan membuat sungai dicemari mikroplastik,” ungkapnya, Sabtu (23/10/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”sampah”]
Alumni Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura ini menjelaskan, di Kali Marmoyo terdapat lebih dari 800 pohon yang terlilit sampah plastik. Sampah plastik yang hanyut saat musim hujan memenuhi Kali Marmoyo dan anak sungainya, saat musim kemarau sampah plastik terlilit di dahan pohon yang ada di tepi Kali Marmoyo dan anak sungainya.
“Karena plastik yang terlilit di pohon di sepanjang sungai akan terfragmentasi menjadi mikroplastik dan larut dalam air. Plastik yang terjerat di pohon dan bambu terpapar matahari akan terfragmentasi menjadi mikroplastik dan larut dalam air Kali Marmoyo. Plastik yang terfragmentasi menjadi mikroplastik akan larut di sungai dan menjadi makanan ikan dan biota sungai,” jelasnya.
Hal tersebut sangat berbahaya, lanjut Khalid, karena Kali Marmoyo yang muaranya di Kali Surabaya menjadi sumber mata pencarian warga sekitar untuk mencari ikan dan digunakan untuk irigasi sawah. Sehingga diperlukan upaya pembersihan sampah-sampah plastik di pohon untuk mengurangi polusi plastik dan untuk menjaga kualitas air Kali Marmoyo.
“Tujuan kegiatan Operasi Pohon Plastik untuk membersihkan ratusan bahkan ribuan pohon yang terlilit plastik di bantaran sungai agar polusi plastik yang menjadi cikal bakal mikroplastik dapat diminimalisir keberadaannya di sungai khususnya Kali Marmoyo. Harapannya setelah kegiatan ini masyarakat akan sadar dan merubah perilakunya,” ujarnya.

Yakin untuk tidak membuang sampah ke sungai khususnya sampah plastik. Pemerintah juga mau bertindak untuk mengatasi permasalahan tata kelola sampah yang sangat buruk, terutama masalah sampah di sungai. Menurutnya, perlu adanya tindakan dari pemerintah untuk mengawasi dan melakukan penegakan hukum bagi pelaku pembuang sampah di sungai.
“Selain itu, pemerintah juga harus ada langkah-langkah nyata untuk mengelola tata kelola sampah agar tidak dibuang di sungai. Kami berharap agar masyarakat sadar untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan tidak membuang sampahnya di sungai,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengatakan, menjaga kelestarian sungai harus menjadi tanggungjawab semua pihak, tidak hanya pemerintah saja. “Pemerhati lingkungan seperti Ecoton dan masyarakat juga harus sama-sama bisa menjaga kelestarian sungai,” tuturnya. [tin/suf]






