Bangkalan (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengapresiasi upaya semua pihak dalam penurunan kasus Covid 19 di Kabupaten Bangkalan, sekaligus mengajak PMI setempat untuk aktif mengenjot vaksinasi agar Aglomerasi Surabaya raya segera turun menjadi PPKM Level 1.
“Jumlah kasus baru di Wilayah Bangkalan belum ada, tetapi bukan berarti tidak ada sama sekali, mungkin saja kita belum menemukan yang terinfeksi. Tetapi, ini tetap pencapaian yang sangat baik. Sekarang tantangannya bagaimana kita bisa mendorong vaksinasi sebagai prasyarat dalam assesment level PPKM,” terang Emil pada Seminar Kesehatan Univ. Trunojoyo Madura Korps Palang Merah Indonesia, Sabtu, (10/10/2021).
Orang nomor dua di Jatim tersebut mengatakan, dari sisi level PPKM masih level tiga padahal sudah zona kuning semua. “Karena capaian vaksinasi untuk lansia minimal 40%, vaksinasi dosis pertama minimal 50% adalah syarat kalau mau PPKM nya level dua kemudian ditingkatkan menjadi level satu,” tuturnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”vaksinasi”]
Wagub Emil menjelaskan vaksinasi dosis pertama di wilayah Aglomerasi sudah lebih dari 50 persen. “Kalau kita lihat aglomerasi ini mungkin terlihat bahwa Surabaya vaksin dosis pertamanya sudah 100 persen lebih. Gresik sudah hampir 70 persen. Sidoarjo juga sudah mendekati 100 persen,” jelasnya.
Data terakhir yang diterima Wagub Jatim menunjukan Vaksinasi di Bangkalan masih 24 setengah persen. “Adanya jembatan Suramadu menjadikan Bangkalan tidak terpisahkan dari Aglomerasi Surabaya Raya, namun capaian vaksinasinya masih 24 setengah persen. Kita semua harus bekerja keras untuk meningkatkan cakupan vaksinasi agar masyarakat bisa berkegiatan,” imbuhnya.
Suami Arumi Bachsin tersebut mengatakan nasib warga Surabaya Raya, PPKM-nya tergantung capaian di Bangkalan yang masih 24 setengah persen. “Istilahnya semua benar-benar menangis dan memohon kepada warga Bangkalan untuk ikut berkenan mendorong capaian vaksinasi. Masih banyak kegiatan warga-warga yang belum bisa dioptimalkan karena PPKM nya level tiga. Padahal tingkat capaian yang lain sudah level satu vaksinasinya sudah cukup,” ujarnya.
Di sisi lain Wagub Emil meminta untuk tidak hanya melihat berapa banyak kasus di tengah masyarakat, tapi juga seberapa gencar aktif testing dan tracing. “Kapasitas rumah sakit tidak boleh dikurangi karena harus dijaga supaya ketika terjadi kasus kita punya cukup kapasitas untuk merawat pasien, selain itu ada syarat mengenai jumlah testing minimal, kalau ada kasus kita harus mencegah cari minimal 15 orang kontak erat dan kita lakukan testing.” lanjutnya.
Diakhir mantan Bupati Trenggalek tersebut mengapresiasi capaian hampir seluruh Kab/Kota sudah baik bahkan ProvisinJatim sudah level satu. “Kami berterima kasih atas pasrtisipasi semua pihak dalam menurunkan kasus sekaligus menggenjot vaksinasi, namun vaksinasi ini masih bervariasi sebagaimana yang disampaikan Pak Warek Univ. Trunojoyo dan Ketua PMI Bangkalan. ini adalah ruang bagi keluarga bedar Korps PMI untuk bisa ikut berperan serta.” tutupnya.[sar/kun]






