Surabaya (beritajatim.com) – Sebagian besar pertanian masyarakat hari ini, tidak bisa dilepaskan dari keberadaan pupuk kimia. Ada memang, beberapa petani yang lebih mmeilih menggunakan pupuk organik. Namun, produksi pupuk yang lebih sulit dan waktu yang lebih lama, mebuat pupuk organik dinilai kuran gefisien.
Namun, tak banyak yang tahu bahwa penggunaan pupuk kimia berdampak mencemari air. Sebab, pupuk kimia mengandung fosfat dan nitrat yang menyebabkan eutrofikasi. Fenomena ini membuat permukaan air mengalami peningkatan nutrisi dan menyebabkan melimpahnya alga bloom. Berbagai gejala Eutrofikasi adalah sebagai berikut:
1. Terjadi peningkatan produksi biomassa seperti fitoplankton, makrofita dan alga yang menempel.
2. Karena kumpulan tumbuhan air berubah, maka terjadi pergeseran karakteristik habitat.
3. Ikan yang diinginkan digantikan oleh spesies yang kurang diinginkan.
4. Alga melepaskan berbagai racun.
5. Saat alga bloom terjadi, terjadi perubahan rasa dan bau air.
6. Saat alga bloom terjadi, terjadi penurunan kadar oksigen, yang berakibat fatal bagi ikan.
7. Saluran irigasi tersumbat oleh gulma air yang berlebihan.
8. Ada penurunan nilai rekreasi air karena dipenuhi dengan infestasi gulma, lendir dan bau berbahaya.
Penggunaan pupuk organik mengakibatkan keluarnya nitrat, kalium dan fosfat yang mencemari air. Pencemaran air tanah terjadi sebagai akibat pencucian karena nitrat. Air tanah dan permukaan dipenuhi dengan logam berat, yang konsentrasinya mengancam manusia dan hewan. Selain itu, emisi amonia dari pupuk mengakibatkan pengasaman yang menurunkan kemurnian air.
Mengapa Pupuk Buruk Untuk Air?
Petani menggunakan pupuk untuk tanaman yang membantu menumbuhkan kualitas yang lebih baik, tetapi pada saat yang sama, itu berbahaya karena limpasan dari ladang ke sungai dan badan air membuat kualitasnya menurun. Curah hujan, hujan salju, irigasi adalah alasan mengapa pupuk masuk ke air.
1. Konsentrasi nitrogen yang tinggi mencemari air minum. Nitrat dapat larut ke dalam air tanah, dan ketika ditemukan pada hewan dalam konsentrasi yang lebih tinggi, dapat menyebabkan keracunan nitrat.
2. Konsentrasi nutrisi yang lebih tinggi yang mengalir ke badan air menghasilkan Eutrofikasi. Alga bloom terjadi di badan air karena fenomena ini. Akibatnya kadar oksigen menurun dan hewan air mati. Selain itu, jalur transportasi air menjadi sulit. [rad/tur]






