Surabaya(beritajatim.com) – Permasalahan sampah banyak ditemui di kota besar tak terkecuali Kota Surabaya. Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Tahun 2020, timbulan sampah di Kota Surabaya mencapai 2.222,62 ton/hari dengan 54,31% merupakan timbulan sampah organik.
Oleh karena itu, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) bekerja sama dengan Bank Sampah Induk Surabaya (BSIS) mengajak masyarakat untuk berpartisipasi mengurangi timbulan sampah organik dengan pengomposan yang lebih cepatdan ekonomis yaitu metode vermikomposting.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat ITS (DPRM ITS) tahun 2021 dan diketuai oleh Vely Kukinul Siswanto, S.T., M.T., M.Sc. (Dosen Perencanaan Tata Wilayah dan Kota) serta dibantu oleh Ummi Fadhilah, S.T., M.T., M.Sc, dan mahasiswa ITS sekaligus berkolaborasi dengan dosen PPNS Program Studi D4 Teknik Pengolahan Limbah yaitu Vivin Setiani S.T., M.Eng dan Ayu Nindyapuspa S.T., M.T.
Kegiatan ini dilakukan secara online dan offline. Kegiatan yang dilakukan secara online berlangsung pada tanggal 24 Juli , 31 Juli, 7 Agustus dan 14 Agustus tahun 2021 yaitu sebanyak 4 kali pertemuan.
“Tujuan dari kegiatan ini untuk mengajak komunitas BSIS berpartisipasi melakukan pengomposan dengan metode vermikomposting melalui edukasi yang diberikan oleh tim pengabdian masyarakat,” kata Ketua Pengmas Vermikomposting, Vely Kukinul Siswanto, Kamis (7/10/2021).
Vely menambahkan, pemberian materi mengenai pengomposan dengan metode vermikomposting diberikan, karena metode tersebut dapat mempercepat pembentukkan kompos yang dapat berguna bagi tanaman.
“Selain faktor lingkungan, vermikomposting juga memberikan keuntungan dalam faktor sosial dan ekonomi, yaitu dapat menghasilkan massa cacing yang berpotensial untuk dikembangkan sebagai bahan baku pakan ternak kaya protein, serta bahan baku industri obat dan kosmetik,” paparnya.
Dalam pelaksanaan kegiatannya terdapat beberapa materi yang disampaikan, yaitu terdiri dari konsep dan tipe pengomposan, pemilahan sampah yang compostable, pemanfaatan sampah sebagai MOL (Mikro Organisme Lokal) /Bio Activator, dan tutorial pengomposan sampah organik dengan metode vermikomposting.
“Sehingga pemberian materi ini diharapkan dapat memberikan keuntungan di banyak hal untuk masyarakat yaitu di bidang lingkungan, sosial dan ekonomi,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”its”]
Senada dengan Vely, dosen PPNS Program Studi D4 Teknik Pengolahan Limbah Vivin Setiani berharap dengan diadakannya kegiatan ini dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam melakukan pengomposan sampah organik dengan metode vermikomposting.
“Sehingga masyarakat dapat membantu mengurangi sampah organik,” kata Vivin.
Kegiatan ini dihadiri oleh 51 peserta komunitas BSIS yang terdiri dari 26 cabang bank sampah yang ada di Surabaya. Sembilan peserta yang terbaik dalam kegiatan ini mendapatkan reaktor pengomposan vermikomposting, alat soil meter, dan pupuk kompos.
Selain itu, semua peserta mendapatkan seminar kit berupa buku panduan tentang pengomposan sampah organik dengan metode vermikomposting, semua materi pertemuan dalam webinar, dan sertifikat. Selain mengikuti kegiatan edukasi vermikomposting secara online, seluruh tim melakukan kunjungan ke BSIS secara langsung/luring untuk menyerahkan seminar kit, sertifikat, reaktor pengomposan, alat soil meter dan pupuk kompos.
Sementara itu, Anjar Putro Wiliasmoro, Ketua Bank Sampah Induk Surabaya, sangat mendukung terlaksananya kegiatan pengabdian masyarakat khususnya dalam hal menangani timbulan sampah.
“Kegiatan ini terdapat hal mulia yang ingin dicapai yaitu agar dapat mengajarkan dan mendorong masyarakat untuk menerapkan ilmu pengolahan sampah organik dengan vermikomposting sehingga terciptanya lingkungan yang bersih dan ekonomi sirkular,” kata Anjar.
Anjar berharap agar kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat terus terlaksana dan dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat. “Sehingga nantinya akan semakin banyak masyarakat yang bergerak untuk mencapai Indonesia bebas sampah,” harapnya.
Sementara itu, Indah Nurlaily, salah satu peserta dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat Penerapan Vermicomposting sangat berkesan dengan kegiatan yang telah diadakan tersebut. Menurutnya kegiatan pengabdian ini telah dikemas dengan menarik, karena tidak hanya terdapat pemberian materi namun juga diadakan games dan sesi tanya jawab sehingga membuat para peserta bersemangat dan lebih memahami materi yang telah disampaikan.
“Saya merasa terbantu dengan diadakannya kegiatan ini, karena dapat menambah pengetahuan masyarakat dalam mengolah sampah rumah tangga dan dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan asri,” tandasnya.(asg/ted)






