Surabaya (beritajatim.com) – Cinta memang indah ketika ia berjalan baik-baik saja dan penuh dengan kisah kasih sayang. Namun, cinta juga bisa menyakitakan ketika harus bertemu dengan perpisahan. Apalagi jika perpisahan itu terjadi ketika sedang sayang-sayangnya.
Akan dara perasaan sedih, sakit, syok, akibat dari patah hati. Perasaan ini sering kali membuat kita merasakan sesak di dada, pusing, dan tidak bisa fokus. Namun, jika gejala yang kita alami terjadi secara terus-menerus, harus mulai berhati-hati. Sebab, mungkin saja yang kita alami bukan sekadar patah hati biasa.
Ketika dada terasa sesak dan kesulitan bernapas secara terus-menerus, kemungkinan yang terjadi adalah sindrom patah hati. Jika itu yang terjadi, maka rasa sesak tersebut bukan akibat dari kesedihan biasa tetapi, kondisi medis yang perlu ditangani dengan tepat.
Perasaan yang mungkin dialami adalah sesak dada yang intens-persis seperti serangan jantung.Selain itu, mereka mengalami tekanan emosional yang mendalam. Penyebab diantaranya adalah kehilangan orang terkasih, putus cinta, dikhianati pasangan, perceraian, kehilangan pekerjaan atau masalah besar menyebabkan stres berlebihan.
Selain itu, rasa sakit pada dada mengakibatkan jantung yang tiba-tiba melemah. Sedangkan mengenai istilah kedokteran disebut stress-induced cardiomyophaty atau takotsubo cardiomyopathy.
Selain itu, gejala sindrom patah hati biasanya adalah sesak dada. Selain itu, bisa diikuti dengan gejala lainnya seperti mual, pusing, tekanan darah rendah, dan detak jantung yang tidak teratur.
Sedangkan efek yang bisa muncul setelah kejadian emosional yang besar. Biasanya, sindrom patah hati hampir sama dengan serangan jantung bahkan sering disalahartikan. Bedanya pada sindrom patah hati sehingga tidak ada aliran darah yang tersumbat.
Pada bagian jantung bekerja normal, namun denyut jantung tidak teratur. Walaupun, saat ini dokter masih mencari tahu alasan hal ini bisa terjadi. Namun, ada yang beranggapan, hormon stres yang dikeluarkan secara berlebihan saat mengalami syok atau patah hati membuat jantung melemah.
Tapi uniknya, ini bisa menyerang siapa saja,hanya saja lebih sering terjadi pada perempuan berusia 50 tahun ke atas. Alasannya, perempuan pada usia itu memiliki level testosteron lebih rendah namun itu masih asumsi.
Tips Dalam Mencegah Sindrom Patah Hati
Beberapa dokter kemungkinan memberikan saran untuk mencegah timbulnya broken heart syndrome. Bahkan hingga saat ini, masih ada berbagai hal seperti berolahraga dan melakukan pola hidup sehat. Maka dari itu, Sedangkan dari sisii lain, Namun di sisi lain, kita bisa melatih diri dalam mengelola pikiran sehingga tidak mudah tenggelam dalam stres dan kesedihan berlarut-larut. [prd/tur]






