Surabaya (beritajatim.com) – Untuk anak-anak tahun 90 dan 2000 an, Pikachu adalah salah satu karakter yang sangat berkesan di hati mereka. Bagaimana tidak, setiap akhir pekan Pikachu dan deretan anime jepang lain adalah teman setia menghabiskan waktu di depan televisi. Hal ini terlihat ketika Pokemon pertama kali menluncurkan game di smartphone, antusias para penikmat anime masa kecil ini sangat besar.
Kali ini, Pikachu dan Ash dua karakter ikonik dari pokemon akan kembali menemani hari anda di layanan streaming Netflix. Triller pertama film dengan judul lengkap Pokemon the movie: Secrets of the Jungle ini pun, baru saja dirilis.
Di film ini mereka berdua akan berpetualang ke hutan dan bertemu mythical pokemon yang bernama Zarude. Tentu akan banyak rintangan yang menunggu mereka dalam perjalanan menemukan salah satu pokemon langka tersebut.
Synopsis film Pokemon the movie: Secrets of the Jungle :
Jauh dari pemukiman manusia terdapat hutan terlarang bagi orang luar yang Bernama okoya surga pokemon. Bercerita tentang anak manusia yang Bernama koko yang dibesarkan sebagai pokemon dan diasuh oleh mytical pokemon yang bernama Zarude.
Sehingga koko mengira dirinya pokemon. Sampai pada saat koko mendapat kesempatan bertemu dengan pikachu dan ash. Sehingga ini adalah moment dimana koko bertemu teman manusia pertamanya. Apakah koko benar-benar manusia atau pokemon?
Dalam situs resmi pokemon menjelaskan bahwa koko adalah seorang anak laki-laki yang berusia 10 tahun tinggal di hutan terlarang yang Bernama okoya di bawah asuhan zarude, yang dulunya di temukan oleh zarude sendirian di hutan saat koko masih kecil. Waktu berlalu koko semakin dewasa dan dia menyadari dia berbeda dengan pokemon pada umunya.
Pada saat itu zarude rela meninggalkan pasukannya hanya karena ingin merawat koko yang masih kecil dan mereka berdua tinggal di hutan okoya. Ketika koko berkesempatan bertemu ash, zarude menceritakan sebenarnya tentang kebenaran identitas koko.
Tetsuo Yajuma mensutradarai film ini dengan menggunakan naskah yang di tulis dengan atsuhiro Tomioka. Dan film ini termasuk film pokemon animasi yang ke 23, pembawaan dalam film ini menggunakan ciri khas tradisional 2D yang disajikan dengan CGI seperti dalam film terakhir yang berjudul “Mewtwo Strikes Black: Evolution”. Karena fans pokemon pada umumnya lebih menyukai pokemon dengan gaya animasi klasik. (ptr/tur)






