Surabaya (beritajatim.com) – Adakah diantara kalian yang pernah mengalami ketindihan? Di mana kalian tidak bisa bergerak dan berbicara padahal sebenarnya pikiran kalian sudah terbangun. Sebagian yang pernah mengalami ini pun ditambah dengan halusinasi akan makhluk halus yang membuat ketindihan menjadi kondisi yang menyeramkan sekaligus menyiksa. Apalagi, ini biasanya berlangsung dalam hitungan detik bahkan menit.
Banyak sekali yang mengaitkan fenomena ini dengan kejadian mistis, yakni ditindih oleh setan. Tetapi sebenarnya, kondisi sudah dijelaskan oleh dunia medis. Ketindihan disebut dengan sleep paralysis, alih-alih karena gangguan makhluk halus, kondisi ini terjadi karena terganggunya proses sinkronisasi otak dan tubuh sewaktu tidur.
Penyebab ketindihan
Ada dua fase yang terjadi saat seseorang mulai terlelap, yang pertama adalah fase rapid eye movement (REM), yang mana tubuh dalam keadaan tenang dan rileks, namun mata bergerak dengan cepat. Lalu beralih pada fase kedua, non-rapid eye movement (NREM), pada proses peralihan inilah terkadang seseorang bisa terbangun dari tidurnya. Otak akan aktif seperti biasa namun seluruh otot terasa lumpuh karena dalam keadaan rileks.
Orang yang mengalaminya biasanya akan merasa panik, jantung berdetak dengan kencang, akhirnya timbul lah halusinasi yang memperburuk suasana. Lambat laun, otak dan tubuh pasti kembali sinkron hingga akhirnya kalian bisa terbangun dari ketindihan. Memang tidak ada bahaya yang terlalu mengkhawatirkan dari kondisi ini, namun biasanya penderitanya mengalami rasa cemas bahkan takut untuk kembali tidur.
Cara mengatasi
Terlalu sering mengalami ketindihan juga bisa merusak kualitas tidur kalian, lebih lagi kalian akan mengalami sulit tidur karena merasa gelisah dan takut akan hal-hal yang mungkin terjadi. Beberapa cara untuk mengatasinya adalah dengan memiliki jam tidur yang cukup, yakni selama 8 jam, usahakan pula untuk tidur dan bangun di waktu yang sama. Hindari makan makanan berat sebelum tidur, dan jauhi alat elektronik apalagi gadget saat sudah memasuki jam istirahat.
Bisa juga dengan melakukan meditasi atau olahraga Yoga, yang akan menjernihkan pikiran dan membantu meningkatkan kualitas tidur. Jika sleep paralysis ini dirasa sudah mengganggu secara berlebihan dan membuat kalian merasakan kecemasan yang tak wajar, bisa dikonsultasikan pada psikolog atau ahlinya agar mendapat penanganan lebih lanjut. [mnd/esd]






