Surabaya (beritajatim.com) – Ada orang yang menganggap kalau cinta itu selalu indah dan menyenangkan. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang merasa hidup akan terasa bahagia jika memiliki pasangan. Sebenarnya, hal itu tidak bisa dikatakan suatu kebenaran.
Apalagi untuk kita yang senang menonton kisah cinta di film, buku, dan cerita. Nyatanya, setelah mengalami dan merasakan bagaimana menjalin kasih dengan orang lain, cinta memang tak selalu indah. Hal ini dikarenakan semua orang punya karakter dan kondisi yang berbeda-beda. Hal ini tentu saja mempengaruhi hubungan diantara keduanya. Berikut fakta dan mitos mengenai hubungan percintaan:
Cinta sejati akan bertahan sama selamanya atau abadi
Banyak yang percaya jika bahwa ada sebuah keabadian dalam cinta. Namun, ternyata perasaan setiap orang bisa saja berubah seiring berjalannya waktu bahkan jika dipengaruhi berbagai kondisi. Hal ini yang membuat kita tidak bisa berharap cinta menggebu-gebu di awal hubungan akan terus bertahan sampai selamanya.
Sama halnya dengan berbagai hal lain, hubungan merupakan bentuk adalah kerja keras untuk membangun layaknya rumah tangga. Disinilah yang membuat kita sama-sama punya tanggung jawab, komitmen, dan kerja keras dalam mempertahankan cinta, saat mengalami kesulitan dan cobaan. Cinta punya perasaan yang sama di awal hubungan, di tahun kelima, tahun kesepuluh, bahkan setelah beberapa puluh tahun bersama. Maka perlu diakui dan terima jika cinta bisa berubah bentuk dan rasanya, bahkan tidak akan sama selamanya.
Ada perasaan untuk saling memperbaiki
Semua orang pasti ingin memiliki kehidupan yang lebih baik. Namun bukan berarti kita meminta orang untuk berubah bahkan seringkali kita menganggap jika kehadiran pasangan bisa mengubah dan memperbaiki semua kekurangan dan masalah, begitu sebaliknya. Memang maksud dan tujuan kita dapat dikatakan baik sehingga untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Tapi jangan sampai terlalu bergantung pada pasangan untuk memperbaiki diri.
Pasangan yang akan selalu membuat bahagia
Ini adalah sebuah hubungan yang diinginkan yaitu kebahagiaan. Maka, tentu saja kita akan merasa nyaman dan bahagia jika berada dekat orang yang disayang. Namun, ingat ini bukan berarti kebahagiaan bergantung pada pasangan. Perlu dimengerti jika kebahagiaan pribadi merupakan tanggung jawab pribadi.
Faktanya, jika kita sendiri tidak bahagia dengan diri sendiri, maka orang lain akan sulit membuat kita bahagia dalam hubungan. Tentu saja, ada kalanya hidup tidak selalu bahagia, bahkan pasangan bisa saja mengecewakan. (prd/tur)






