Surabaya (beritajatim.com) – Program Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bagi Maba di UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya pun resmi digelar pada Kamis-Jumat, 2-3 September 2021. Kegiatan diselenggarakan secara virtual dan diikuti sebanyak 4.670 maba tahun akademik 2021.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Muhid, M.Ag., menjelaskan, PBAK merupakan suatu program kegiatan yang dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman baru untuk mengenal kehidupan akademik di kampus. Melalui PBAK, Maba dikenalkan pada berbagai informasi akademik dan kemahasiswaan serta menjadi momen pembekalan sebelum mengikuti perkuliahan secara reguler.
Dr. Muhid menegaskan, bahwa mahasiswa sebagai salah satu unsur Civitas Akademika yang perlu memiliki kecintaan terhadap akademik dan almamater. Selain itu, mahasiswa baru juga mempunyai kewajiban menuntut Ilmu pengetahuan selama kurang lebih 8 semester untuk jenjang Strata Satu (S1). “Untuk itu, bagi mereka perlu mendapatkan pengarahan dan informasi tentang kampus. Baik masalah akademik dan lainnya yang sangat diperlukan dalam rangka untuk kesuksesan dan keberhasilan pendidikan mereka,” ujar Dr. Muhid.

Drs. H. Nur Kholis, M.Ed. Admin., Ph.D., selaku Ketua Panitia PBAK UINSA Surabaya Tahun 2021 juga menjelaskan, kegiatan PBAK kali ini mengusung tema ‘Generasi Millenial Teguhkan Moderasi Keagamaan dan Wawasan Kebangsaan serta Kuatkan Produktivitas dan Inovasi Menuju Era Post Pandemi Covid-19.’ Tema ini dinilai relevan dalam bingkai kebangsaan Indonesia yang majemuk dan kaya akan ragam budaya dan sosial. Pemahaman akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa di atas egoisme pribadi dan golongan menjadi modalitas kuat generasi muda bangsa, agar tumbuh menjadi pribadi yang agamis namun tetap sosialis.
Lebih lanjut, Ketua Panitia yang juga Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kelembagaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UINSA Surabaya ini juga menjelaskan, bahwa selain produktifitas intelektual, melalui tema PBAK UINSA Tahun 2021, diharapkan dapat menumbuhkan sikap moderat beragama dalam diri mahasiswa. Menurutnya, secara lebih luas, sikap moderat beragama dapat dipahami sebagai sikap moderat dalam bermasyarakat. Sehingga sebagai warga di negara yang mengharuskan beragama, sikap moderat membawa tujuan agar warga kampus khususnya civitas akademika UINSA menjadi masyarakat yang tidak hanya religius tapi juga memiliki kepedulian dan sikap toleransi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”uinsa”]
“Tiga karakter; intelektualitas, religiusitas, dan sosialitas jika bisa diinternalisasikan dalam diri mahasiswa, maka mereka akan menjadi generasi yang kaffah. Sehingga kelak, bahkan ketika tidak lagi berada di era pandemi, mahasiswa akan terlatih menjadi pribadi yang produktif, cinta damai, serta memahami situasi di kehidupan kampus secara lebih baik,” tegas Nur Kholis, Ph.D.
Disamping pengenalan, kegiatan PBAK UINSA Surabaya Tahun 2021 juga dimeriahkan dengan kompetisi pembuatan video pendek bertema ‘Moderasi Beragama.’ Kompetisi ini menjadi ajang bagi Maba untuk menciptakan ide dan gagasan serta kreatifitas. Tiga video terbaik, pun akan diberikan sertifikat penghargaan serta uang pembinaan. [adg/but]






