Surabaya (beritajatim.com) – Di tengah badai pandemi Covid 19 yang masih tak kunjung usai, tiga penulis perempuan Wina Bojonegoro, Ni Komang Ariani dan Vika Wisnu membuat karya dalam tulisan buku cerpen antologi bertema pandemi.
Hari Sabtu (28/8/2021) di studio Beritajatim.com, buku Meniti Badai, antologi cerpen pandemi ini resmi dirilis. Bersama 22 penulis perempuan serta pengisi acara lainnya, di antaranya Dr Ansik Matulessu M.Si.
Wina Bojonegoro, salah satu pencetus ide buku Meniti Badai mengatakan, buku ini berbeda dengan sebelumnya karena tema dari buku sudah ditentukan, yakni pandemi. Fenomena ini banyak dialami sebagian orang bahkan para penulis.
Ada dua hal yang bisa diartikan dalam tulisan buku fiksi ini, yakni mengorek lula atau healing terapi. Dua hal ini ditumpahkan dalam cerita fiksi yang dikerjakan selama empat bulan, sejak bulan April.
[berita-terkait number=”4″ tag=”wina-bojonegoro”]
“Project ini sejak bulan April, karena PPKM jadi agak lama. Dan buku ini memang berbeda dan lebih sulit karena temanya sudah ditentukan. Dari tema ini mereka mengembangkan tulisan tentang pandemi yang dialami di lingkaran keluarganya. Memang kita berada dalam dua pilihan menyakitkan atau melegakan yang dituangkan dalam bentuk fiksi,” ungkap Wina.
Diharapkan dengan diluncurkan buku Meniti Badai ini bisa menjadi penanda, jika tragedi covid 19 ini adalah peristiwa alam yang tidak bisa dihindari. Buku ini bisa menjadi catatan sejarah para penulis dalam bentuk kary fiksi. [way/but]







