Surabaya (beritajatim.com) – Para calon dokter pasti sering membayangkan hari di mana mereka akhirnya bisa menggunakan snelli atau jas dokter berwarna putih sebagai motivasi untuk menyelesaikan pendidikan mereka. Akan tetapi, tahukah anda mengapa snelli atau jas yang dikenakan para dokter berwarna putih?
Awalnya para dokter tidak menggunakan jas berwarna putih. Jika anda pernah menonton drama-drama barat yang latar waktunya ada di abad ke-19 atau lebih awal, ada kemungkinan jika anda melihat dokter keluarga akan muncul dengan setelan hitam yang membuat dokter tampak lebih pintar.
Pada zaman itu, warna hitam adalah warna yang paling masuk akal yang bisa dikenakan dokter karena dianggap lebih formal dan membuat dokter terlihat lebih sadar, yang cocok dengan tujuan kunjungan yang dilakukannya. Warna hitam juga membuat menyamarkan noda lebih mudah daripada warna lainnya.
Akan tetapi, pada akhir abad ke-19, dokter dan ilmuwan mulai menyadari pentingnya menjaga fasilitas kesehatan dan riset menjadi sebersih mungkin untuk mencegah kemungkinan tumbuhnya bakteri dan penyebaran penyakit menular.
Warna putih melambangkan kebersihan. Rumah sakit mulai bertransisi untuk menggunakan sprei putih dan pakaian putih untuk melambangkan perang mereka dengan kuman. Peralihan dari penggunaan setelan hitam ke jas putih oleh para dokter terjadi dalam periode yang relatif singkat.
Menurut penjelasan Dr. Mark. S. Hocberg pada tahun 2007 melalui artikelnya pada Amerikan Medical Association Journal Ethics, warna putih juga melambangkan hal lain, seperti kejujuran dan transparansi.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pengetahuan-populer”]
Kata candor yang memiliki arti keterusterangan dan kebabasan dari bias mental merupakan turunan dari kata kerja latin candere yang memiliki arti untuk menjadi putih dan bersinar.
Meskipun snelli atau jas putih membuat penampilan seorang dokter mencolok pada suasana rumah sakit yang ramai, hal tersebut juga terkadang membuat beberapa pasien terpengaruh secara negatif. White Coat Syndrome atau White Coat Hypertension mendeskripsikan naiknya tekanan darah yang terjadi pada beberapa orang yang dialami ketika mereka menginjakkan kaki di rumah sakit atau klinik.
Beberapa dokter mencoba membantu menenangkan pasien yang memiliki sindrom ini dengan melepaskan snelli atau jas putih yang dikenakannya. [dwp/bjo]






