Jember (beritajatim.com) – Sebagian warga Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mencintai olahraga bola kasti. Saking cintanya, mereka rela kucing-kucingan dengan polisi untuk menggelar turnamen kasti di tengah masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang mengharamkan adanya kerumunan dalam jumlah besar.
Warga menggelar turnamen tim antarkecamatan. “Dari Kecamatan Silo, tim dari beberapa desa ikut bertanding di sana. Dari Kecamatan Ledokombo, kalau ada tim yang bagus juga ikut mendaftarkan. Mereka lebih senang kasti daripada sepak bola,” Kepala Kepolisian Sektor Sempolan Ajun Komisaris Sutanto, Selasa (24/8/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”kerumunan”]
Polisi menyadari kecintaan warga terhadap olahraga ini, dan melakukan pemantauan maupun patroli intensif untuk membubarkan pertandingan. Sudah lazim di Kecamatan Silo, pertandingan bola kasti bisa mengundang penonton ratusan orang. “Saya sudah dua kali mendatangi dan membubarkan (pertandingan), termasuk mengangkut properti yang ada di lapangan,” kata Sutanto.
Beberapa properti yang diangkut antara lain amplifier, pelantang suara, bendera, dan kertas jadwal pertandingan. Padahal sebelumnya, polisi juga pernah mengamankan properti-properti dalam pembubaran kegiatan sebelumnya.
Sutanto mengatakan, warga penyelenggaran kasti sudah didatangi petugas sampai empat kali. “Mereka memaksakan mencuri-curi kesempatan melaksanakan pertandingan, karena berdasar informasi yang kami dapat, tim yang bertanding sudah memasuki babak perempat final,” katanya.
Saat dibubarkan, tak ada warga yang melakukan protes. “Mereka tahu, karena kami sudah beberapa kali melakukan edukasi. Kami datangi dan meminta bubar, mereka bubar. Tapi mereka sembunyi-sembunyi melaksanakan kegiatan itu. Jadi imbauan sudah kami laksanakan sampai berulang-ulang,” kata Sutanto. Polisi belum memeriksa panitia penyelenggara kasti dan masih menyelidikinya. [wir/suf]






