Surabaya (beritajatim.com) – Pada Minggu malam (22/8), Bulan Purnama Biru telah muncul dengan cantik menerangi langit malam. Nah tampaknya, beberapa orang belum mengetehaui beberapa fakta blue moon ini, mengapa disebut bulan biru? Atau bagaimana terjadinya? Kami beri sedikit informasi mengenai blue moon, yuk simak!
Jika kalian bahwa blue moon tentu berwarna biru, maka kalian salah. Karena sebenarnya blue moon tidak benar-benar berwarna biru. Seperti yang terjadi pada malam tadi, bulan berwarna sama seperti biasanya. Jika pada zaman dahulu, ada yang salah dengan keadaan atmosfer.
Suntikan aerosol antropogenik atau abu dan debu vulkanik akibat meletusnya gunung Krakatau pada agus 1883 atau akibat kebakaran hutan di Kanada bagian barat pada September 1950.
Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Andi Pangerang, menerangkan bahwa tidak ada sejarah pasti dari penyebutan blue moon. Istilah ini sudah ada kira-kira 400 tahun yang lalu. Dr Philip Hiscock, seorang pendongeng cerita rakyat asal Kanada mengatakan “blue moon” merupakan istilah yang menganggap ada sesuatu yang ganjil dan tidak pernah terjadi.
Ternyata, bulan biru dibagi atas dua jenis, yakni Bulan Biru Musiman. Pada musim astronomis, terjadi empat kali bulan purnama, dan Bulan Biru Musiman menjadi yang bulan purnama yang ketiga. Sementara itu ada Bulan Biru Bulanan, di mana dalam kalender Masehi terjadi dua kali bulan purnama. Bulan Biru Bulanan adalah yang kedua.
Yang terjadi pada 22 Agustus kemarin termasuk pada jenis bulan biru musiman. Disebut pula Purnama Sturgeon oleh Almanak Petani Maine di Amerika Serikat. Hal ini dikarenakan, pada bulan Agustus, ikan Sturgeon (ikan penghasil kaviar) banyak muncul ke permukaan.
Berbeda dengan Bulan Biru Bulanan, Bulan Biru Musiman terjadi lebih jarang. Hanya ada 408 Bulan Biru Musiman yang terjadi dalam 1100 tahun. Artinya, Bulan Biru ini terjadi sekali setiap dua atau tiga tahun sekali.
Sementara itu, untuk Bulan Biru yang memancarkan cahaya biru, benar-benar sangat jarang terjadi. Bukan karena kalender atau jatuhnya musim, namun dipengaruhi oleh kondisi atmosfer. Bulan Purnama Biru dengan cahaya biru, hanya akan terjadi karena abu vulkanik, droplet udara, dan jenis awan tertentu.
Sudah menikmati pemandangan bulan cantik tadi malam? Jangan lupa membagikan hasil potret kalian agar yang tidak sempat melihat bisa menikmatinya juga! [mnd/bjo]






