Mojokerto (Beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menggandeng Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) Juanda Sidoarjo untuk memberikan pendamping kepada Usaha Kecil Menengah (UKM). Diharapkan produk UKM di Kota Mojokerto bisa diekspor ke sejumlah negara.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, Pemkot Mojokerto akan melakukan berbagai upaya untuk mengenjot ekspor dari produk UKM. “Di PT Dong Lim ini kategori produk pabrikasi yang bukan mikro jadi modalnya jelas. Tapi kalau yang untuk UKM, kita mengupayakan melalui program pemerintah daerah dengan pemerintah provinsi,” ungkapnya, Jumat (20/8/2021).
Yakin dengan bisnis mejeng ke beberapa daerah termasuk ke Jakarta yang sempat dilakukan beberapa bulan yang lalu sehingga harapannya komoditi akan bertambah. Ning Ita (sapaan akrab, red) mencontohkan, jika saat ini hanya ada tiga atau empat komoditas maka diharapkan kedepan jumlah komoditas menjadi lebih banyak lagi.
“Saat jumlah komoditi menjadi lebih banyak maka berpotensi untuk dilakukan ekspor, kemudian saya telah bersinergi dengan KPPBC Sidoarjo untuk memberikan pendampingan. Nantinya di samping Pemkot akan ada kantor KPPBC yang ada di kota kita. Nah ini akan lebih mempermudah untuk memberikan pelayanan secara langsung kepada UKM,” tuturnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkot-mojokerto”]
Yakin bagaimana melakukan ekspor dan menyiapkan dokumen-dokumen untuk melakukan ekspor. Dengan sinergitas antara Pemkot Mojokerto dengan KPPBC TMP Juanda Sidoarjo akan lebih mudah lagi untuk UKM di Kota Mojokerto untuk melakukan ekspor. Banyak negara menjadi tujuan ekspor Kota Mojokerto.
“Untuk furniture, Korea sama Jepang. Untuk alas kaki banyak tujuannya, Amerika Latin, Timur Tengah, Eropa, alas kaki banyak karena sejak tahun 1995 dan produknya sangat variatif. Alas kaki kategori produk fashion, maka ketika kita mengikuti perkembangan fashion maka permintaan akan datang dari berbagai negara. Untuk rokok masih Asia,” ujarnya. [tin/but]







