Surabaya (beritajatim.com) – Mengonsumsi obat tidur disarankan bagi Anda yang memiliki ganguan tidur. Namun jika berlebihan dan melebihi dosis yang dianjurkan maka dapat menyebabkan kecanduan.
Bagi Anda yang suka begadang atau mengalami kesulitan tidur, meminum pil tidur memang menjadi alternatif tambahan. Tetapi perlu diwaspadai, mengonsumsi obat tidur berlebihan dapat berdampak negatif bagi kesehatan. Apa saja? Berikut ulasannya:
Menyebabkan Kecanduan
Melansir dari Sleephealth, Kamis (19/8/2021) Journal of American Medical Association telah menemukan bahwa lebih dari 68% pasien yang memiliki resep obat tidur, mengonsumsi melebihi dari batas waktu yang ditentukan. Selain itu, juga ditemukan fakta bahwa mereka mengonsumsi pil tidur dengan dosis yang tinggi. Jika dibiarkan, keadaan ini akan menjadi masalah karena dapat menimbulkan kebiasaan.
Efek Mengantuk yang Tidak Hilang
Menurut data terbaru yang dilansir dari laman Everydayhealth, orang yang mengonsumsi jenis obat tidur dengan dosis tinggi, diperkirakan masih terparuh efek pil tersebut hingga siang harinya. “Efek obat tersebut benar-benar dapat terbawa hingga siang hari,” kata Leavey, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat. Untuk menghindari rasa kantuk keesokan harinya, ia juga menyarankan untuk mengikuti petunjuk dokter mengenai dosis obat tidur, karena untuk setiap individu memilik takaran yang berbeda.
Menyebabkan Ketergantungan
Saat seseorang mengonsumsi obat tidur secara rutin dalam jangka waktu yang lama, tubuh mereka akan dengan otomatis terbiasa dan malah mengakibatkan ketergantungan. Selain itu tubuh mereka akan meminta dosis obat tidur yang lebih tinggi dan lebih tinggi lagi untuk mendapatkan kualitas tidur yang semakin baik. Padahal jika Anda meminum obat tidur yang melebihi dosis yang diresepkan dapat menyebabkan tersumbatnya pernapasan, yang berakibat kematian.
“Jika Anda memiliki gangguan tidur jangka pendek atau kebutuhan untuk membangun kembali pola tidur yang normal, maka Anda boleh menggunakan obat ini,” tambah Leavey. “Namun perlu diwaspadai Anda dapat mengalami masalah saat menggunakannya lebih dari 7 hingga 10 hari,” pungkasnya. [rsf/bjo]






