Jember (beritajatim.com) – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mendukung rencana Bupati Hendy Siswanto yang akan membeli satu juta kilogram beras langsung dari petani di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
“Ini ide luar biasa dan harus terkawal. Ada dua yang bisa tersenyum, yakni petani pangan dan yang diberi bantuan,” kata Ketua HKTI Jember Jumantoro. Ia mengusulkan agar lembaga petani seperti HKTI dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dilibatkan untuk mengawasi program pembelian beras lewat kelompok tani dan gabungan kelompok tani.
Keterlibatan organisasi petani untuk memastikan bahwa program itu tepat sasaran dan tak ada makelar beras. “Petani kan bukan pedagang jadi perlu pendampingan. Mau tidak mau, ke depannya petani harus jual beras, bukan gabah kalau ingin ada perubahan penghasilan,” kata Jumantoro.
Namun HKTI juga menuntut penundaan pemberlakuan kartu tani. “Kalau dipaksakan, bukan kemudahan yang dirasakan tapi keruwetan yang dirasakan petani. Ini karena saat ini pun pola distribusi pupuk subsidi terasa sangat memberatkan penyalur,” kata Jumantoro.
Menurut Jumantoro, pemberlakuan sistem pelaporan berbasis teknologi terpusat (T-Pubers) menambah beban petani. “Apalagi ditambah dengan kartan atau kartu tani, yang belum tentu data yang masuk E-RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Elektronik) tuntas dan benar serta masalah lainnya,” kataya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”jember”]
Sebelumnya, Hendy berjanji sektor pertanian tetap akan menjadi fokus pembangunan selama masa pemerintahannya. Salah satunya dengan membeli satu juta kilogram beras per tahun lewat gabungan kelompok tani. “Ada 12 gapoktan yang kita beli (produksi berasnya). Gapoktan di Jember banyak, ada 40 lebih. Nanti bergiliran,” katanya.
“Konsep kita adalah duit di sini harus berputar di Jember. Semaksimal mungkin uang ini harus diterima petani Jember. Makanya, kami langsung beli di petani lewat gapoktan. Namun para petani ini harus tahu berapa harga itu, biar mereka menerima harga sebenarnya,” kata Hendy.
Ada 700-800 orang petani yang tergabung dalam gapoktan yang akan dibeli produksinya. Hendy mengatakan, harga pembelian Pemerintah Kabupaten Jember akan lebih bagus daripada harga pembelian pemerintah (HPP). “Dan berasnya premium,” katanya. [wir/but]






