Surabaya (beritajatim.com) – Keluarga Besar Airlangga (Kalingga) memungkasi program Webinar Series bertemakan ‘Merdeka Covid’ dengan menyerahkan bantuan berupa satu unit ambulans hasil saweran kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
Usai menggelar Upacara Peringatan Kemerdekaan RI, Wali Kota Eri Cahyadi di Taman Surya Surabaya, Selasa (17/8/2021) siang ini akan menerima bantuan satu unit ambulans dari Keluarga Besar Airlangga (Kalingga).
“Ambulans ini merupakan hasil pengumpulan dana dari Gerakan Saweran Satus Ewuan (Rp 100 ribuan) yang digalakkan oleh Kalingga kurang lebih sejak sebulan lalu,” kata dr Eko Nursucahyo, SpOG, selaku Ketua Kalingga dalam kesempatan serah terima tersebut.
“Ambulans ini memang bukan mobil baru, namun mobil bekas yang kemudian kami modifikasi di Bengkel UMKM yang ada di Surabaya. Sehingga, selain berguna untuk mendukung kesehatan, sekaligus telah dapat memberikan kesempatan kerja bagi bengkel dan karyawan yang mengerjakannya di tengah sepinya order di masa pandemi ini,” imbuh Eko.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkot-surabaya”]
Mengenai alasan mengapa ambulans diserahkan ke Pemkot Surabaya, Alumni Unair yang juga Ketua Dewan Pembina Kalingga sekaligus penggagas Gerakan Saweran Satus Ewuan Didik Sasono Setyadi mengatakan, bahwa Surabaya merupakan tempat di mana Keluarga Besar Airlangga, khususnya alumni, dosen dan mahasiswa Universitas Airlangga pernah bersama-sama dalam kegiatan belajar mengajar di lembaga pendidikan tinggi.
“Mereka datang dan berasal dari berbagai daerah termasuk Surabaya sendiri dan telah menikmati segala pelayanan umum yang disediakan oleh Pemerintah Kota Surabaya, sehingga wajar bila menyumbang sesuatu yang mungkin nilainya kecil namun bermanfaat besar bagi warga Surabaya dan sekitarnya,” tutur alumnus Fakultas Hukum Unair yang baru beberapa hari lalu menerima Penghargaan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden Joko Widodo itu.
Gerakan Saweran Satus Ewuan sendiri merupakan gerakan kesadaran moral dan kepedulian kepada sesama manusia, dengan menekankan nilai bahwa yang bisa menyumbang itu tidak harus yang kaya, tidak harus berduit banyak. Hal itu disampaikan salah satu pendiri Kalingga, Yuliati Umrah.
“Gerakan ini adalah gerakan untuk menunjukkan bahwa gotong royong itu masih ada dan kuat serta berakar di kehidupan masyarakat Indonesia,” tegas wanita pernah terpilih sebagai salah satu tokoh Perempuan Dunia bersama Sri Mulyani Indrawati itu.
Sementara itu, Edward Dewarutji, Advokat mantan Komisioner KPU Kota Surabaya yang sekarang menjadi Wakil Ketua Kalingga menyatakan bahwa Gerakan Satus Ewuan sendiri akan dilanjutkan dan ditularkan terus kepada Keluarga Besar Airlangga.
“Untuk itu, saya memohon dan mengimbau kepada siapapun yang merasa menjadi Keluarga Besar Airlangga dapat membantu berpartisipasi ikut saweran satus ewuan periode berikutnya dan berikutnya. Masih banyak daerah yang membutuhkan ambulans atau kendaraan taktis untuk mendukung pemberantasan Covid-19, misalnya untuk membantu percepatan vaksinasi keliling yang menjangkau daerah-daerah,” ujar pria yang akrab disapa Teted itu.
Dokter Eko menyampaikan agar para penyumbang saweran satus ewuan tidak perlu khawatir bahwa dana itu akan diselewengkan atau dimanfaatkan untuk tujuan-tujuan tertentu atau atau kepentingan pribadi.
“Kalingga adalah organisasi yang kita bentuk dari ikatan moral yang kuat, didirikan di hadapan Notaris dan sedang dalam proses untuk mendapatkan Badan Hukum dari KumHAM. Pendirinyapun adalah mantan-mantan aktivis mahasiswa yang jelas kiprahnya selama di kampus serta tidak diragukan loyalitas serta integritasnya hingga saat ini,” jelasnya.
Tak lupa Eko menyampaikan agar siapapun yang tergerak hatinya untuk bergotong royong ikut ‘Gerakan Saweran Satus Ewuan’ bisa mengirimkan sumbangannya ke Rekening a.n. Noviana Yaniar S.Si. Kalingga di Bank Mandiri No-rek: 142-00-1941291-4.
“Ini merupakan gerakan gotong royong masyarakat untuk mempercepat menuntaskan pandemi, ternyata satus ewuan kita bisa dapat ambulance,” pungkas Teguh Prihandoko, sebagai salah satu pendiri Kalingga (Keluarga Besar Airlangga). (tok/kun)






