Jombang (beritajatim.com) – Datangnya Hari Raya Idul Adha tak dilewatkan begitu saja oleh Juleha (Juru Sembelih Halal) Jombang. Selain memberikan pelatihan penyembelihan hewan kurban, lembaga ini juga membagikan seribu pisau untuk masyarakat.
Bengkel itu berada di samping rumah Nurdin Azhar (Bang Azh), Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Jombang, Jawa Timur. Dua Minggu sebelum datangnya Idul Adha, kesibukan selalu terlihat di bengkel sederhana itu. Para anggota Juleha kerap berkumpul. Mereka membuat pisau untuk dibagikan ke masyarakat.
[berita-terkait number=”3″ tag=”idul-adha”]
Suara gerinda menderu-deru. Mata gerinda itu menggesek bilah besi yang sudah dipotong ukuran 15 centimeter. Tangan Nurdin Azhar, terlihat terampil. Gerinda di tangan kanannya tersebut ia tempelkan di permukaan bilah. Sejurus kemudian percikan bunga api muncul dari gesekan itu. Suara gerinda listrik terkadang meringkik.
Tahap berikutnya, Bang Azh mencelupkan bilah besi itu ke dalam ember berisi air yang sudah disiapkan. Suara ‘cess’ terdengar ketika bilah besi menyelam dalam permukaan air. Bilah itu kemudian diangkat. Bang Azh memicingkan mata. Melihat apakah bilah tersebut sudah simetris atau belum.
“Kalau kurang simetris, kita gerus lagi. Bilah ini hendak kita jadikan pisau. Kemudian kita bagikan ke masyarakat untuk digunakan memotong hewan kurban. Ini bahannya sudah tipis dan bagus. Jadi tidak usah ditempa lagi,” kata Bang Azh ketika mengerjakan pembuatan pisau di samping bengkel, Minggu lalu.
Anggota Juleha Jombang lainnya, Cholis RB, tak kalah sibuk. Dia memilih mengerjakan pisau di dalam bengkel. Di depannya gerinda duduk juga sedang menderu. Cholis yang membawa pisau setengah jadi langsung menempelkannya pada permukaan gerinda yang berputar itu. Lagi-lagi, bunga api juga memercik.

Cholis kemudian membentuk mata pisau. Juga mengasah permukaan bilah yang kurang rata. Pria berambut gondrong ini buru-buru mengambil selembar kertas putih. Dengan pisau baru itu, dia menerabas lembaran kertas hingga terpotong kecil-kecil. “Kalau bisa digunakan memotong kertas, berarti pisau ini sudah tajam. Sudah siap pakai,” ujar Cholis.
Bang Azh dan Cholis mengungkapkan bahwa pembuatan pisau tersebut dilakukan sejak Idul Adha kurang satu bulan. Pisau tersebut kemudian dibuatkan sarung berbahan pipa PVC. Setelah itu dibagaikan ke tukang sembelih hewan kurban dari berbagai kecamatan.
“Kita bagikan secara gratis. Karena selama ini banyak sekali pisau tidak layak, tapi tetap digunakan untuk menyembelih hewan kurban. Dana pembuatan pisau ini dari kas organisasi. Juga ada bantuan dari donatur,” kata Bang Azh menambahkan.
Salah satu yang mendapat bantuan pisau sepanjang 15 centimeter ini adalah KH Slamet, Ketua Ranting NU (Nahdlatul Ulama) Kelurahan Jelakombo, Kecamatan/Kabupaten Jombang. Penyerahan pisau tersebut dilakukan setelah pelatihan penyembelihan hewan kurban.

Ketua Juleha Jombang Ahmad Khumedi menyerahkannya secara langsung. Dia berharap pisau tersebut digunakan memotong hewan saat Idul Adha besok. Pisau bergagang kayu itu sangat layak, karena sangat tajam. Dengan begitu, ketika digunakan untuk memotong hewan kurban, tidak akan menyiksa hewan.
Medi mengungkapkan, penyembelihan hewan kurban adalah titik krusial selama rangakaian perayaan Idul Adha. Karena proses itu sangat menentukan kehalalan daging hewan kurban. Namun permasalahan yang sering terjadi pada idul adha adalah terbatasnya tenaga penyembelih yang berkompeten.
Pada akhirnya bermunculan tenaga-tenaga penyembelih dadakan yang tidak berkompeten dalam penyembelihan. “Makanya, menjelang idul adha ini kami berkeliling untuk memberikan pelatihan secara gratis kepada takmir masjid dan musala. Kami juga membagikan seribu pisau secara gratis,” pungkas Medi, Senin (19/7/2021). [suf]






