Surabaya (beritajatim.com) – Akibat meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Surabaya, sebanyak 14 IGD (Instalasi Gawat Darurat) sempat menutup layanan. Namun mulai saat ini mereka sudah menerapkan sistem buka tutup. Seperti di RS National Hospital Surabaya yang memberlakukan sistem buka tutup untuk pasien Covid-19.
“Sebab, pasien Corona dinamis antara keluar dan masuk. Mulai Kamis sistem buka tutup, jika sudah penuh akan ditutup. Jika ada, maka pasien bisa masuk sesuai dengan waiting list,” ungkap Valen, Marketing National Hospital, Sabtu (17/7/2021).
Rumah Sakit Adi Husada Undaan Wetan Surabaya juga menerapkan sistem buka tutup. Namun untuk sementara IGD sedang penuh oleh pasien Covid-19. “Antrean masih ada, kita tidak tutup total, kita juga tidak pernah menutup pelayanan. Sistemnya buka tutup,” ujar Humas RS Adi Husada Undaan Wetan, Johan Soesanto.
Sama halnya juga di RS Islam (RSI) Jemursari Surabaya. IGD di RSI Jemursari tidak sepenuhnya tutup total seperti 3 Juli lalu. Pihaknya masih menerima pasien dengan kondisi sedang hingga berat. Sebab, pihak RSI Jemursari sendiri juga memperhitungkan SDM yang ada.
“IGD kami tidak sepenuhnya tutup total. Kemarin saya menginfokan untuk tidak melayani atau menerima Covid dulu, karena stagnan di IGD overload, tenaga juga overload, yang tumbang juga banyak. Meskipun kemarin IGD tutup sementara tidak melayani pasien covid, tapi kita mengurai di dalam,” kata Wakil Direktur Layanan Medis dan Keperawatan RSI Jemursari, dr Dyah Yuniati.
“Pasien tetap ada, true emergency ada, dari kolega, yayasan, dari NU banyak yang datang ke sini. Sehingga kami mengurai yang prioritas emergency, true emergency dulu. Baik true emergency dengan covid atau non covid,” sambungnya.
Dyah mengatakan, IGD RSI Jemursari sudah dibuka kembali. Namun saat ini pun kondisinya overload. Oleh karena itu, ia meminta pasien ringan tidak datang ke IGD. Pasien ringan diminta isolasi mandiri sesuai pedoman dari Kemenkes dan RS.
[berita-terkait number=”5″ tag=”rumah-sakit”]
“Dan pasien sedang berat mohon ada koordinasi dengan Satgas Covid Jatim atau Pemkot, RS Lapangan juga sudah dibuka. Sehingga bisa membantu kami. Karena di RS yang memang tenaga kami sudah overload, kalau dipaksa bekerja berlebihan malah nanti sakit semua dan tidak bisa melayani secara total,” ungkapnya.
Selain itu, masih ada IGD RS yang tutup sementara akibat overload pasien Covid-19. Seperti RS PHC Surabaya, saat ini belum bisa menerima pasien baru karena masih waiting list. “Untuk saat ini belum bisa menerima pasien baru karena masih mengoptimalkan layanan eksisting,” ujar Humas PHC Surabaya, Irfan Prayogo.
“Kondisi saat ini dapat kami sampaikan masih penuh. Untuk pasien RIK yang sudah sembuh dan keluar RS, tempat terisi kembali dari IGD Red Zone yang saat ini juga masih waiting list 10-15an pasien,” lanjutnya.
Kemudian ada dari IGD RS Premier Surabaya yang kembali mengumumkan penutupan sementara. Hal tersebut diinformasikan melalui media sosial Instagram @rspremiersurabaya. “Untuk pemaksimalan pelayanan kami, IGD Red Zone tutup di tanggal 12-14 Juli 2021,” tulisnya. [way/suf]






