Bojonegoro (beritajatim.com) – Program pengelolaan dan pengembangan sistem drainase masif dilaksanakan setiap tahunnya. Tujuannya, mempercantik lingkungan juga memperlancar sistem drainase. Dalam APBD 2021 ini Pemkab Bojonegoro mengalokasikan anggaran sekitar Rp24,6 miliar.
Anggaran yang disiapkan itu untuk tujuh titik pembangunan saluran drainase dan trotoar. Lokasi pembangunan saluran drainase dan trotoar berada di Jalan KH Hasyim Ashari, Jalan Dr Sutomo, Jalan Panglima Sudriman, Jalan Imam Bonjol, Jalan Trunojoyo, Jalan Mastrip, dan pembangunan trotoar di Jalan Gajah Mada.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro Nurul Azizah melakukan inspeksi mendadak pada Rabu di empat titik pembangunan drainase untuk memastikan bahwa pembangunan sesuai target. Hasil sidak tersebut langsung disampaikan dalam rapat terbatas bersama OPD yang menangani dan sejumlah rekanan, kemarin.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-bojonegoro”]
“Bersama OPD terkait melakukan sidak langsung di empat titik pembangunan saluran drainase dan trotoar yakni di Jalan Mastrip, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Dr Sutomo, dan Jalan Hasyim Ashari,” ujarnya, Jumat (2/7/2021).
Nurul Azizah, menyampaikan bahwa dalam sidak tersebut juga melibatkan rekanan, sehingga evaluasi hasil sidak bisa langsung disampaikan ke rekanan untuk segera ditindaklanjuti. “Jadi sesuai dengan hasil sidak kemarin, untuk empat titik tersebut di minggu ke 1 bulan Juli ini akan segera ada pekerjaan dengan menggunakan alat berat diantaranya penggalian saluran, pencabutan akar pohon dan pemasangan U Ditch,” jelas Nurul Azizah.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa tentunya tahapan di awal Juli ini juga berlaku sama di tiga titik pekerjaan yang lain. Sekretaris Daerah juga beraharap kepada rekanan agar dalam melaksanakan pekerjaannya agar memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, termasuk arus lalu lintas.
“Harus diperhatikan tahapan dalam pengiriman bahan material, jangan sampai drainase belum digali tapi U Ditch sudah menumpuk sehingga mengganggu arus lalu lintas atau sebaliknya sudah ada penggalian tapi U Ditch belum tersedia yang berakibat adanya genangan air. Dan yang lebih penting lagi adalah kualitas pekerjaan harus diutamakan,” pungkasnya. [lus]






