Surabaya (beritajatim.com) – Sejumlah pengurus DPC PPP dari lima kabupaten/kota di Jatim mendatangi Kantor DPW PPP Jatim, Jalan Kendangsari Surabaya, Kamis (1/7/2021) sore. Kedatangan mereka menanyakan soal kepastian pengurus DPW hasil Muswil yang hingga saat ini belum jelas.
Muswil IX PPP Jatim yang dilaksanakan pada 31 Mei-1 Juni, hingga kini belum memunculkan ketua DPW yang baru.
“Muswil sudah lewat sebulan, formatur sudah kerja selama 20 hari, pengurus belum ada. Ini kalau tidak Covid-19 kami sudah demo di depan DPW. Karena ini pandemi, kami datang santun. Kami cuma mau tanya ke DPW, ini pengurusnya mana? Kami datang untuk menanyakan nasib DPW, karena sudah demisioner, kantor ini kosong kepemimpinan,” tegas Ketua DPC PPP Kota Surabaya, Bukhori Imron kepada wartawan di Kantor PPP Jatim.
Bukhori menjelaskan, tidak adanya kejelasan pengurus di DPW PPP Jatim, menyebabkan, Muscab Partai di 38 kabupaten/kota terancam mundur.
“Karena kita tahu forum Muswil saat itu sudah sesuai AD/ART. Lah terus apa lagi yang ditunggu, kita menerima siapa saja yang jadi ketua sesuai usulan formatur saat Muswil, toh formatur sudah kerja. Nasib DPC gimana? Nasib partai gimana, karena kita didesak kader rating, anak cabang, kita mau Muscab, kita terkatung-katung gini gimana?” terangnya.
Bukhori mengatakan, semakin lama DPP untuk mengeluarkan SK kepengurusan, maka ada kemungkinan bisa terjadi dualisme. Bukhori menambahkan, pihaknya mendesak DPP PPP untuk segera menurunkan SK. Ia tidak bisa mendesak DPW, karena saat ini status pengurus telah demisioner alias kosong kepengurusan.
Bahkan, ia bersama DPC lain di Jatim berencana menggeruduk ke DPP PPP. “Kita diskusi, kalau tidak ada solusi. Situasi Covid-19 kalau sudah melandai kasusnya, kita akan datang bersama ke Jakarta. Ini ada (pengurus) dari Sidoarjo, Sumenep, Bangkalan, Gresik dan saya Kota Surabaya,” tukasnya.
Sementara itu, salah satu Formatur hasil Muswil IX PPP Jatim Zuman Malaka mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan tugas untuk mengusulkan ketua yang baru.
“Jadi kita diberi waktu 20 hari. Bahkan sebelum 20 hari, kita sudah selesai. Tanggal 17 Juni kemarin, kita sudah usulkan empat nama calon ketua ke DPP, dan diterima ada Wakil Ketua Arsul Sani. Hanya saja kenapa sampai sekarang belum turun, biasanya formatur menyampaikan, SK itu diturunkan langsung,” terangnya.
Zuman menjelaskan, belum turunnya SK, dikabarkan karena ada surat kaleng di DPP. Surat kaleng itu mengatasnamakan pengurus DPC PPP di Jatim.
“Surat itu isinya, keberatan pelaksanaan Muswil IX. Seharusnya sekelas DPP, tidak perlu merespon surat kaleng itu. Malah DPP membuat surat permohonan atas dasar surat kaleng itu, nah itu yang aneh. Ada apa di DPP, tidak ada petunjuk sama sekali dari pusat,” ujarnya.
“Kalau perlu kita duduki DPP, ada apa? Seharusnya dengan pengalaman dulu (dualisme) itu, kita sudah dewasa,” tandasnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”ppp”]
Sekadar diketahui, DPW PPP Jatim menggelar Muswil IX pada 30 Mei-1 Juni di Surabaya. Saat itu, disepakati ada 7 formatur untuk menentukan ketua DPW PPP Jatim beserta pengurusnya. Yakni, Erma Lena mewakili unsur DPP, Musyafak Noer mewakili unsur DPW, kemudian dari unsur DPC diwakili oleh Zeiniye (Situbondo), Salim Quraisy (Probolinggo), Zuman Malaka (Sidoarjo), Khoirul Anam (Bojonegoro) dan Agus Zunaedi (Blitar).
Penetapan Tim Formatur tersebut dilaksanakan dan dipilih sesuai AD/ART tata cara pemilihan formatur, dengan sistem tertutup. [tok/suf]







