Sumenep (beritajatim.com) – Manajemen Madura FC mulai melakukan sejumlah persiapan menghadapi laga Liga 3 tahun 2021. Salah satunya perubahan komposisi tim pelatih.
“Ada sedikit perubahan komposisi pelatih Madura FC. Untuk musim kali ini, kami kembali mempercayakan Madura FC pada Salahudin sebagai pelatih kepala, dibantu Ismayana Arsyad, Moch. Fakhrudin, Supriyanto, dan pelatih kiper, Dedi Siswanto,” kata Manager Madura FC, Slamet Hidayat, Senin (21/6/2021).
Nama Salahudin sudah tidak asing lagi, karena pernah dipercaya sebagai ‘head coach’ Madura FC pada 2017 ketika klub ini berlaga di Liga 2. Kemudian pelatih kelahiran Palembang ini awal 2019 dipinang Persiba Balikpapan.
Sepeninggal Salahudin, klub berjuluk Laskar Jokotole ini beberapa kali mengalami perubahan pelatih kepala. Awal 2019, klub yang bermarkas di Sumenep ini pernah dinahkodai Eduard Tjong. Namun coach yang karib disapa Edu ini tidak lama mendampingi Madura FC. Hanya sekitar 7 pertandingan, Coach Edu memilih mundur dari Madura FC.
Setelah Coach Edu ‘say goodbye’, managemen Madura FC menjatuhkan pilihan pada Agus Yuwono yang karib disapa AY sebagai pelatih kepala, meneruskan perjuangan klub ini hingga ujung Liga 2 meski berakhir pahit yakni degradasi klub ke kasta di bawahnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”madura-fc”]
Namun klub ini tidak patah arang. Pada 2020, managemen menyerahkan ‘tongkat komando’ pelatih Madura FC pada Ismayana Arsyad, untuk mempersiapkan laga di Liga 3. Sayangnya, pandemi telah membuyarkan segala rencana. Sesuai keputusan pemerintah, seluruh kompetisi sepak bola ditiadakan.
Seluruh klub, termasuk Madura FC pun untuk sementara ‘menarik diri’ dari hiruk pikuk dunia persepakbolaan, sambil menunggu keputusan berikutnya dari pemerintah. Ketika pemerintah mulai memberikan ‘angin segar’ pada berlangsungnya kembali kompetisi Liga Indonesia, hampir semua klub mulai bangun dari ‘tidurnya’.
“Sekarang saatnya kami mulai kembali menata diri. Kami percaya pada Coach Salahudin dan semua asisten pelatih dalam tim kami. Kami mohon doa dan dukungan dari masyarakat,” pungkas Slamet Hidayat. [tem/suf]






